Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 82 ( Insya Allah )

Bismillaahirrahmaanirraahiim
( Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang )

Muhammad Adalah Utusan Allah Dan Orang-Orang yang Bersamanya ( Yaitu Para Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa salam ) Sangat Keras Terhadap Orang – Orang Kafir Dan Sangat Berkasih Sayang Terhadap Sesama Mereka ( Sesama Muslim )

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Apabila kita mempelajari kandungan Alqur’an Al-kariim kemudian kita mempelajari Hadits Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam tentang kehidupan Salaf Sholeh Maka Insya Allah kita akan dapati, Mereka itulah ( Salaf Sholeh ) adalah generasi terbaik PILIHAN Allah ‘azza Wa Jalla.
Mereka itulah yang di sabdakan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam yang artinya :

“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )

Wahai Pembaca yang budiman ! Sesungguhnya TEMA yang akan di bahas Pada KALI ini insya Allah Diambil dari ayat Al-Qur’an Surat Al-Fath ayat 29 yaitu :

Muhammad Adalah Utusan Allah Dan Orang-Orang yang Bersamanya ( Yaitu Para Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa salam ) Sangat Keras Terhadap Orang – Orang Kafir Dan Sangat Berkasih Sayang Terhadap Sesama Mereka ( Sesama Muslim ) ………

Wahai Pembaca Yang Budiman …! Sebelum kita mengambil sikap Dalam Hal Ini Maka , Alangkah Baiknya Insya Allah , Permasalahan ini Kita Kembalikan Kepada Allah dan Rasul NYA …..Agar Kita Insya Allah Dapat Mengambil ISTINBAT Hukum atau Kesimpulannya Secara Benar dan Tepat Insya Allah. Hal tersebut Sebagaimana Firman Allah ta’aalaa yang Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman TAATILAH ALLAH dan TAATILAH RASUL serta Ulil Amri diantara kalian.Kemudian apabila kalian berselisih dalam suatu perkara hendaklah kalian kembalikan kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, hal itu lebih baik bagi kalian dan lebih bagus hasilnya.” (QS. An-Nisaa : 59)

Wahai Pembaca Yang Budiman Di Dalam Ayat Di atas Kita di Perintahkan Oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Assunnah Apabila Terjadi Perselisihan Pendapat atau Perbedaan Pendapat Di antara Kaum Muslimin,  Di karenakan ” TIDAK ADA KETAATAN DAN KEPATUHAN SEDIKITPUN  KEPADA SEORANG PUN DALAM BERMAKSIAT KEPADA SANG KHOLIK ( ALLAH JALLA FIL ULAA ) …….. Wahai Pembaca Yang Budiman ……..! Seandainya Hal Yang Lebih Kecil Seperti Perbedaan Pendapat Sahaja Kita Di Perintahkan Oleh Allah ‘Azza Wa Jalla Untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Sunnah , Apalagi Dalam Menghadapi Masalah Yang Lebih Besar Dari Pada Hal Tersebut.

Didalam Surat Al – Fath Ayat 29 …. Allah A’zza Wa Jalla Berfirman Yang Artinya :

“ Muhammad Adalah Utusan Allah Dan Orang-Orang yang Bersamanya ( Yaitu Para Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa salam ) Sangat Keras Terhadap Orang – Orang Kafir Dan Sangat Berkasih Sayang Terhadap Sesama Mereka ( Sesama Muslim ) ………”
( QS : Al – Fath Ayat 29 ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Di dalam Ayat Di atas Allah ‘Azza Wa Jalla Telah Memberitahukan Kepada Kita Sebagai Kaum Muslimin Bahwasanya Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam itu adalah Utusan Allah , Dan Orang – Orang Yang Bersamanya ( Maksudnya adalah Para Shahabat – Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam ) itu Sangat Keras Sikapnya terhadap Orang – Orang Di Luar Agama Islam dan Saling Berkasih Sayang Sesama Orang Islam. Wahai Pembaca Yang Budiman …! Insya Allah Kita Semua Mengetahui Bahwasanya Orang yang Bersama Nabi Muhammad shallallaahu’alaihi wa sallam itu adalah orang – orang Yang Setia ,Orang – orang Yang Tidak Pantang Menyerah , orang orang yang Rela Berkorban Harta , jiwa , Dan Raga Untuk Membela Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam Untuk menegakkan Kalimatullaah ( Menegakkan Tauhid Di Bumi Allah ) atau Menegakkan Agama Islam atau Syari’at Islam dan Menebarkan Agama ISLAM di Bumi Allah ‘Azza Wa Jalla. Dan Orang – Orang yang Bersama Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam itu di Kenal Juga dengan Istilah Para Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam atau Hawariyyiin ( Pembela Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam ) dan di kenal juga dengan Sebutan SALAFUSSHALEH Generasi AWWAl atau Generasi Pertama dari Kalangan Para Shahabat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam. Hal Inilah Yang Di Sabdakan Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Yang Artinya :

“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Di dalam Surat Al-Fath ayat 29 tersebut INSYA ALLAH Kita Bisa Mengambil Faedah diantaranya adalah ……Bahwasanya :

1. Yang Pertama Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam itu adalah Utusan Allah ‘Azza Wa Jalla.
2. Dan Yang Kedua Orang Yang Bersama Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam Yaitu Para Shahabat Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam itu Sangat Keras Terhadap Orang – Orang Kafir……

3. DanYang Ketiga adalah Sebaliknya Orang Yang Bersama Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam Yaitu Para Shahabat Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam itu Saling Berkasih Sayang Terhadap Sesama mereka atau Sesama Orang – Orang Islam ( Wallaahu a’lam Bis Showaab ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Perhatikanlah ….. bagaimana para SALAF SHOLEH Kita itu Sangat Bersikap KERAS terhadap Orang – Orang Kafir Dan Saling Berkasih Sayang terhadap Sesama Mereka ( Sesama Orang – Orang Islam )……

Wahai Pembaca Yang budiman … ! Mungkin kita akan Bertanya Insya Allah…… Mengapa Para Shahabat Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam Sangat Keras terhadap orang – Orang Kafir Di Zamanya danSangat Berkasih Sayang Terhadap Sesama Mereka ( Sesama Orang Muslim )…… Wallaahu a’lam bis Showaab …. Insya Allah Sebagian Kita Sudah Mengetahui , Mungkin Jawabanya akan sangat Panjang Apabila Di Jabarkan Satu Persatu Insya Allah …. Akan Tetapi Kita Insya Allah Ambil Beberapa Sebab Saja …. Mengapa Para Shahabat Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam atau Salaf Generasi Awwal tersebut Sangat Keras perrmusuhannya Teerhadap Orang KAFIR dan Sangat Kasih Sayang Terhadap Orang MUSLIM ….?

1. Yang Pertama Insya Allah adalah Di Karenakan Allah ‘Azza Wa jalla Tuhan Kita Semua Yaitu Tuhan Alam Semesta Ini Sangat Membenci Kepada Apa Yang Di Namakan Dengan KEKUFURAN atau KESYIRIKAN …… Dan konsekwensi Para Shahabat Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam setelah Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat atau Setelah Mereka Masuk ISLAM Salah Satunya adalah Membenci Apa Yang Allah ‘Azza Wa Jalla BENCI Dan WAJIB Berlepas Diri Dari KEKAFIRAN Dan KEMUSYRIKAN Serta Berlepas Diri Dari Orang – Orang yang Mengerjakan Perbuatan KUFUR Atau MUSYRIK Dan Harus MEMBENCI Perbuatan Tersebut Dan Bersikap KERAS Terhadap PELAKU Kekufuran Dan Kemusyrikan ( Walaupun Tetap Di Perbolehkan UMAT ISLAM Untuk Berbuat Kebaikan Kepada Orang KAFIR Selama Orang Kafir Itu Tidak Mengganggu Orang Muslim …. Apabila Mengganggu Maka Tidak ada Salah Insya Allah Apabila Umat ISLAM membela Diri … Karena ISLAM Sejatinya itu Tidak Pernah MEMULAI akan tetapi ISLAM Itu Selalu Di Mulai ( Insya Allah ) Maksudnya Adalah Agama Islam Tidak Pernah Mencari Permasalahan Dengan Orang Lain Akan tetapi Jika Orang Lain Mencari Permasalahan Dengan ISLAM …maka Allah ‘Azza Wa Jalla Berfirman Yang Artinya :

“ Telah Di izinkan ( BERJIHAD oleh Allah ‘Azza Wa jalla ) Bagi Orang – Orang ( Muslim ) yang Di Perangi ( Orang Kafir ) Di Sebabkan Mereka ( Orang MUSLIM itu ) Di ZHOLIMI …… ( QS : Al – HAJJ : 39 )

2. Dan Yang Kedua Mengapa Para Shahabat Radiallaahu’anhum SALING MENYAYANGI Di Antara Mereka ( Sesama MUSLIM ).Salah Satunya Insya Allah Adalah Di Karenakan SYARAT- SYARAT dari Mengucap SYAHADAT Salah Satunya adalah MAHABBAH ( Kecintaan ) maksudnya Insya Allah adalah Mencintai Kalimat Syahadat dan Isinya dan Juga Mencintai Orang – Orang ( Muslim ) Yang Mengamalkan Konsekwensinya …..

Wahai Pembaca Yang Budiman … ! Apabila Kita Ingin Mengikuti JEJAK Pendahulu Kita Yang Sholeh Atau Salafussholeh Khususnya para Shahabat Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam…… Maka Insya Allah Cukup Kiranya Surat Al- Fath Ayat 39 Menjadi SALAH SATU Hujjah Yang Sangat MENGHUJAM( Insya Allah ) Bagi Setiap Saudara – Saudara Kita yang MUSLIM Yang Masih Mempunyai LOYALITAS Kepada Orang Orang KAFIR Dengan Meninggalkan Orang Orang MUSLIM ,( Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla Menunjukkan Kita Semua Kepada Jalan Yang Lurus Yaitu Jalanya Para Nabi , Para Shiddiqiin Dan Para Syuhada Dan Orang Orang Sholeh …. Dan Semoga Kita Di Berikan Ke Istiqomahan Oleh Allah ‘Azza Wa Jalla Sampai Kita Bertemu Dengan NYA di SURGA Nanti ……. Aamiin Yaa Samii’a Ddhu’aaa )
Wahai Pembaca yang Budiman ……. Di dalam Ayat Yang lain Allah Ta’aalaa Juga Berfirman Yang Artinya :

“ Janganlah Orang – Orang Mukmin Mengambil Orang – orang Kafir Menjadi Wali ( Loyalitas, Teman Akrab, Pemimpin, Pelindung , Penolong ) Dengan Meninggalkan Orang _ Orang Yang Mukmin ( QS : Al – Imran : 3 )

Dan Di Ayat Yang Lain Allah ‘Azza Wa Jalla Berfirman Yang Artinya :

“ Sesungguhnya Allah Hanyalah Melarang Kalian ( Untuk Berbuat Baik Kepada Orang Kafir ) Dengan Menjadikan Mereka Teman ( Kawan ) Yaitu Yang MEMERANGI Kalian Dalam Agama Kalian, Dan MENGUSIR Kalian dari Rumah-rumah Kalian dan Menampakkan dalam Mengusir Kalian, Barang Siapa Yang Menjadikan Mereka KAWAN , maka Mereka Itulah Orang – Orang Yang Zholim ( QS : Al – Mumtahanah : 9 )

Wahai Kaum Muslimin Seluruhnya yang semoga kita semua di beri HIDAYAH oleh Allah ‘Azza Wa Jalla …. janganlah kita seperti seorang MUSLIM atau NEGARA Muslim atau KELOMPOK muslim  yang di katakan oleh SUFYAN BIN HUSAIN Rahimahullaah dimana Beliau Rahimahullah  berkata : ‘ Pernah suatu ketika aku menyebut seseorang ( MUSLIM ) dengan BURUK disisi Iyas Bin Mu’awiyah Rahimahullah , lalu ia memandangi wajahku seraya berkata  : Apakah kamu pernah MEMERANGI Romawi , Aku menjawab : TIDAK, Beliau berkata lagi : Apakah kamu Pernah MEMERANGI lembah indus , india atau Turki ( wallahua’lam mungkin turki pada saat itu masih NON MUSLIM ) ? Aku menjawab : TIDAK , beliau berkata lagi : Apakah ROMAWI , LEMBAH INDUS, INDIA, TURKI bisa SELAMAT darimu NAMUN saudara SEMUSLIMmu tidak selamat dari dirimu  ( Baik dengan LISAN atau yang Lainnya ) ? perawi kisah ini kemudian berkata yaitu Sufyan Bin Husain Rahimahullah berkata ” Setelah itu aku TIDAK PERNAH Berbuat seperti itu lagi ” ( Al -Bidayah Wan Nihayaah oleh Ibnu Katsir Rahimahullah : ( 13 / 121 ) ……

Wahai Pembaca Yang Budiman Yang Semoga KITA semua Di Rahmati Oleh Allah Ta’aalaa Ingatlah Kisah Rasulullaah shallallahu’alaihi wa sallam Yaitu Ketika Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Au kamaa Qaala Rasulullaah shallallahualaihi wa sallam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya akan muncul dari keturunan orang ini, sekelompok orang yang mereka membaca Alquran namun Alquran tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka membunuhi orang-orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala (orang-orang kafir). Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat menembus sasarannya. Kalau aku menjumpai mereka, niscaya akan kubantai mereka sebagaimana pembantaian kaum ‘Aad’.” (HR. Bukhari no. 3344 dan Muslim no. 1064).

Wahai Pembaca yang Budiman …. Insya Allah Kita sudah sama -sama mengetahui Asbabul wurud sebab turun hadist diatas in syaa Allah ( Silahkan di periksa kembali di kitab kitab para ulama rabbani tafaddhol ) ….. Wahai Pembaca Yang Budiman jika kita perhatikan di zaman sekarang in syaa Allah kita akan dapati  suatu NEGARA atau suatu kelompok ataupun Suatu Organisasi yang BERKASIH SAYANG terhadap orang-orang KAFIR atau BERKASIH SAYANG dan BERLOYALITAS  terhadap orang – orang MUSYRIK ( Penyembah Berhala ) bahkan Sebagian NEGARA kaum MUSLIMIN atau Sekelompok atau ORGANISASI kaum MUSLIMIN membantu orang -orang MUSYRIK ( Penyembah berhala ) dan orang – orang KAFIR dalam MENYERANG atau MEMBUNUH Kaum MUSLIMIN dan Merampas KEHORMATAN kaum MUSLIMIN Serta MENJAJAH NEGARA Kaum MUSLIMIN atau TANAH kaum MUSLIMIN….. Padahal DARAH Kaum MUSLIMIN sangat Berharga di sisi Allah Jalla Fil Ulaa, Padahal di dalam sebuah hadist di riwayatkan bahwasanya : ”  Seandainya Saja PENDUDUK LANGIT DAN PENDUDUK BUMI BERSEKUTU Dalam MEMBUNUH SEORANG MU’MIN, Maka Allah ( ‘Azza Wa Jalla ) Akan MEMBENAMKAN MEREKA SEMUANYA KE DALAM NERAKA  ( H.R. Tirmidzi dari Abu Sa’id dan Abu hurairah ) … Bahkan Hilangnya DUNIA dan SEISINYA Lebih BAIK atau LEBIH RINGAN  bagi Allah Jalla fil Ulaa DARIPADA Hilangnya SATU NYAWA orang Muslim …. dan Pertanyaanya adalah Bagaimana dengan Hilangnya Ribuan, Ratusan Ribu, BAHKAN JUTAAN NYAWA Kaum Muslimin yang terjadi SEKARANG ini atau di Zaman Ini yang di lakukan oleh orang -orang KAFIR dan MUSYRIK penyembah BERHALA … Wallahu a’lam Bisshowaab …… Wallahul Musta’aan

Wahai Kaum Muslimin Yang teraniayaa dan Terzholimi ………. BERSABARLAH dan Tetaplah BERDOA Kepada Allah Jalla Fil Ulaa …..  In Syaa Allah … Allah ‘Azza Wa Jalla akan Menurunkan BALA TENTARA NYA Baik Berupa Para MUJAHIDIN Yang IKHLAS Yang Berasal dari daerah atau negri kalian ataupun Para MUJAHIDIN MUKHLISHIN yang akan datang In Syaa Allah dari Segala PENJURU DUNIA in syaa Allah ataupun BALA TENTARA TERSEBUT Bisa Saja Berupa Para Malaikat – Malaikat Allah ‘Azza Wa Jalla yang akan Meneguhkan Perjuangan kalian dan menolong kalian dengan IZIN dari Allah ‘Azza Wa Jalla atau Bisa saja BALA TENTARA tersebut hanya Allah Subhaanahuwata’aalaa saja YANG MENGETAHUINYA …… Dan Adapun KALIAN …… Wahai kalian ……  orang – orang yang MENGANIAYA dan MENDZOLIMI Kaum Muslimin ….. Takutlah KALIAN akan DOA – DOA orang – orang Yang DI ZHOLIMI …. karena tidak ada Bagi ia ( yang DI ZHOLIMI ) dengan Allah taalaa PENGHALANG ( Maksudnya in syaa Allah adalah Jika yang Dizholimi BERDOA KEBURUKAN kepada orang – orang yang MENZHOLIMI maka DOANYA PASTI Di IJABAH atau di Kabulkan Allah Jalla Fil Ulaa ) …. Wahai Pembaca Yang Budiman Berhati hatilah KITA sekalian Karena sesungguhnya Allah jalla fil ulaa tidak lah lalai terhadap apa yang kalian  KERJAKAN ….. janganlah KALIAN menjadi PENYEBAB TUMPAH DARAHNYA Kaum MUSLIMIN yang TIDAK BERDOSA melalui LISAN – LISAN KALIAN  dan PERBUATAN KALIAN atau TULISAN KALIAN ………. ” (dan Kalian wahai Orang orang KAFIR dan Orang Orang MUSYRIK  Sesungguhnya Allah Ta’aalaa tidaklah Lalai tehadap Apa Yang KALIAN KERJAKAN ) “……Wahai pembaca yang budiman ….. Jika Kita MEMPUNYAI tetangga NON MUSLIM atau BUKAN ISLAM Yang Tidak memerangi UMAT ISLAM ……. DI MOHON agar BERSABAR serta Janganlah Kita ( Sebagai UMAT ISLAM ) MEMBALAS KEBURUKAN Dengan KEBURUKAN …. Perlakukanlah TETANGGA Kita Yang NON Muslim itu dengan Baik Selagi Mereka Berlaku BAIK …. Maka Berlaku Baiklah UMAT ISLAM Kepada Mereka …… Umat ISLAM Adalah UMAT Yang KSATRIA ( Insya Allah ) Bukanlah Umat Yang Pengecut ( Insya Allah ) Yang Hanya Berani Ketika Jumlah MEREKA SANGAT BANYAK Tunjukanlah Kepada Mereka Wahai Umat ISLAM Bahwasanya Agama ISLAM Ini adalah Agama KASIH Sayang Agama Rahmatan Lil ‘aalaamiin , Agama Rahmat Untuk Alam Semesta …. Wahai umat ISLAM Berbuat Baiklah Kepada Mereka Di Karenakan Allah ‘Azza Wa Jalla Menyukai Setiap Orang ( Muslim ) Yang Berbuat Kebaikan Dan Juga Allah Ta’aalaa Berfirman yang Artinya :

“ Allah tidak Melarang kamu untuk Berbuat baik dan Berlaku ADIL terhadap Orang orang ( KAFIR ) Yang tidak Memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari Negrimu. Sesungguhnya Allah Menyukai orang orang yang Berlaku Adil “ ( QS. Al-mumtahanah : 8 ).

Wallaahu a’lam Bisshowaab

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 81 ( Insya Allah )

Bismillaahirrahmaanirrahiim

( Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang )

Man Tasyabbaha Bi Qoumin Fa Huwa Minhum

( Barang Siapa Yang Mengikuti atau Meniru Suatu Kaum Maka Ia

( Yang meniru Itu Menjadi Bagian dari Mereka ))

( Insya Allah )

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Apabila kita mempelajari kandungan Alqur’an Al-kariim kemudian kita mempelajari Hadits Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam tentang kehidupan Salaf Sholeh Maka Insya Allah kita akan dapati, Mereka itulah ( Salaf Sholeh ) adalah generasi terbaik PILIHAN Allah ‘azza Wa Jalla.
Mereka itulah yang di sabdakan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam :
“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )
Wahai Pembaca yang budiman ! Sesungguhnya TEMA yang akan di bahas Pada KALI ini insya Allah adalah :

Man Tasyabbaha Bi Qoumin Fa Huwa Minhum

( Barang Siapa Yang Mengikuti atau Meniru Suatu Kaum Maka Ia ( Yang meniru Itu Menjadi Bagian dari Mereka ))

( Insya Allah ).

Wahai Pembaca Yang Budiman …! Sebelum kita mengambil sikap terhadap TEMA di atas, Maka Alangkah Baiknya Insya Allah , Permasalahan ini Kita Kembalikan Kepada Allah dan Rasul NYA …..Agar Kita Insya Allah Dapat Mengambil ISTINBAT Hukum atau Kesimpulannya Secara Benar dan Tepat Insya Allah. Hal tersebut Sebagaimana Firman Allah ta’aalaa yang Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman TAATILAH ALLAH dan TAATILAH RASUL serta Ulil Amri diantara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih dalam suatu perkara hendaklah kalian kembalikan kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, hal itu lebih baik bagi kalian dan lebih bagus hasilnya.” (QS. An-Nisaa’: 59)

Wahai Pembaca Yang Budiman …. Di dalam surat diatas yaitu surat Annisaa ayat 59 …..kita di perintahkan oleh Allah ‘Azza wa jalla untuk Menta’ati Allah dan Rasul Nya dan Apabila terjadi PERSILANGAN atau PERBEDAAN Pendapat maka kita diperintahkan untuk Mengembalikan semua Pandapat Kepada Allah dan Rasul Nya ( Wallaahu a’lam Bis showaab ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Tema di atas insya allah di ambil dari hadis Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam yang artinya

ْ
Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka. [HR. Abu Dawud, no. 4031]

Wahai Pembaca yang Budiman …… ! di dalam hadis di atas kita di larang untuk Menyerupai atau Meniru suatu Kaum yang maksudnya insya Allah adalah Kita di larang Menyerupai atau Meniru Orang Orang KAFIR. Jadi Yang Di Maksud Tasyabbuh atau Meniru niru di sini adalah Meniru Niru Kebiasan Buruk Orang Orang Di Luar Islam.

Tasyabbuh artinya menyerupai atau meniru. Tasyabbuh dengan orang kafir yang terlarang adalah meniru atau menyerupai orang kafir dalam masalah keyakinan, ibadah, kebiasaan, atau model-model perilaku yang merupakan ciri khas mereka. Demikian keterangan Syaikh Dr. Nâshir bin Abdul Karîm al-‘Aql dalam dalam kitab beliau : “Man Tasyabbaha Bi Qaumin Fahuwa Minhum”, hlm. 5.

Wahai pembaca Yang Budiman …. Perlu untuk di ketahui yang dimaksud dengan Tasyabuh atau Meniru Niru Orang KAFIR di sini Bukanlah dalam Permasalahan yang Menyangkut Hal hal yang di Bolehkan atau di anjurkan Oleh SYariat Seperti Ilmu Kedokteran , Ilmu Teknologi , Ilmu Kimia dan sebagainya….. akan tetapi yang di maksud Meniru orang Kafir Itu hanya dalam Masalah Keburukan – Keburukan yang di larang di dalam syariat Islam Insya Allah ( Hal tersebut sudah di jelaskan dalam artikel sebelumnya insya Allah yang berjudul Hukum Meniru Orang Kafir Silahkan di lihat Kembali )

Wahai Pembaca yang Budiman ….Insya Allah Kita akan Berikan Sedikit Permisalan Tentang Tasyabbuh atau Menyerupai atau Meniru suatu Kaum ( Kafir ) dalam Hal Keburukan Yang di Larang Dalam Syariat Islam :

Wahai Kaum Muslimin Semuanya …… Di dalam tradisi Barat ada sebuah ACARA yang di namakan Hari VALENTINE ( Hari Kasih Sayang ), Hari Di Mana Semua manusia baik laki-laki dan Perempuan DI ANJURKAN atau DI BOLEHKAN untuk MENUMPAHKAN KASIH SAYANG nya kepada sesama MANUSIA dengan cara-cara yang di HARAMKAN di dalam Syariat ISLAM , jadi Di Hari ITU Laki – laki dan Perempuan Di Bolehkan atau Bahkan di Anjurkan Untuk Saling BERKASIH SAYANG Walaupun Laki laki dan Perempuan tersebut Belum MENIKAH Bahkan Di Perboleh kan Pula Orang Yang Sudah Tua SALING BERKASIH SAYANG Dengan WANITA Yang MASIH MUDA Lagi CANTIK Belia Padahal Diantara Mereka Tidak ada Ikatan Persaudaraan Bahkan Ikatan Pernikahan ( dan yang Di maksud KASIH SAYANG di sini adalah BERBUAT hal hal yang Menjurus Kepada PERZINAHAN Bahkan Bisa Sampai Kepada Ke PERZINAHAN. Jadi , Bukan Sekedar Pemberian tanda Kasih sayang saja Bahkan Lebih dari itu Wallaahu a’lam ). Itulah Hari VALENTINE VERSI Mereka ( Orang Kafir ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ……. Man Tasyabbaha Biqoumin Fahuwa Minhum ( Barang siapa Yang Mengikuti atau Meniru Niru suatu Kaum maka Ia Menjadi Bagian dari Mereka ) , Wahai Pembaca Yang Budiman …. Jika Kita Melihat Di Negara Negara Islam …. Berapa Banyakkah KAUM MUSLIMIN yang Mengikuti Gaya Hidup Orang Orang Kafir ( yahudi , Nasrani , Musyrik ) , Hampir-hampir Mayoritas Negara Negara Kaum Muslim sudah terkena DAMPAK dari gaya Hidup Orang Orang Barat ( Kafir ) akan tetapi wahai Pembaca Yang BUDIMAN ….. Hadis tentang ( Barang siapa Yang Mengikuti atau Meniru Niru suatu Kaum maka Ia Menjadi Bagian dari Mereka ) ini ……. Bukanlah kita gunakan Untuk MENGKAFIRKAN kaum Muslimin Secara Umum karena TIDAK SETIAP ORANG ( MUSLIM ) YANG JATUH KEDALAM PERBUATAN KUFUR LANTAS DI HUKUMI SEBAGAI ORANG KAFIR Sebagaimana TIDAK SETIAP ORANG ( MUSLIM AHLUSSUNNAH ) YANG JATUH KEDALAM PERBUATAN BID’AH LANTAS DI HUKUMI SEBAGAI AHLI BID’AH , Bahkan dengan adanya dalil ini insya allah justru Kita gunakan Untuk MERANGKUL kaum Muslimin, Untuk Mengajak Kaum MUSLIMIN Yang Pemikirannya Sudah TERKONTAMINASI atau sudah RUSAK Oleh Gaya Hidup Orang – Orang Barat ( Yahudi , Nashrani Khususnya ) agar Kaum MUSLIMIN Segera SADAR Bahwasanya …….

“ Dan Sekali kali Tidak akan rela ( Untuk selama – lamanya ) Kepadmu Orang orang YAHUDI dan Orang Orang NASHRANI Sampai Kamu Mengikuti Agama Mereka ( Gaya Hidup Mereka ) “ ( QS. Albaqorah : 120 ).

Di dalam Ayat di atas Insya Allah Mudah mudahan Menjadi Jelas Untuk Kita Semua ….. bahwasanya SELAMA –LAMANYA Mereka agama YAHUDI dan NASHRANI … atau orang – orang KAFIR tidak akan Pernah RIDHO atau SENANG kepada KITA Wahai Ummat ISLAM …… sampai Mereka Bisa Memasukkan KITA Semua kedalam Agama Mereka semampu Mereka …..

Wahai kaum Muslimin …. Jika Allah ta’aalaa sudah Berfirman di dalam Alqur’an seperti demikian … berarti ini adalah KEBENARAN yang tidak Mungkin Bisa Di Ingkari lagi ….. Selama Lamanya Orang Yahudi dan NASHRANI Selama lamanya , selama lamanya wahai Umat ISLAM …. Mereka Tidak akan Pernah SAYANG Sama Kalian sampai kalian Menyukai apa yang MEREKA ( Orang Kafir ) SUKAI , Sampai Kalian MEnyenangi apa yang MEREKA ( SENANGI ) , dan sampai Kalian wahai Ummat ISLAM Meridhoi apa saja yang MEREKA ( Orang Yahudi , Nashrani ) RIDHOI ….. Walaupun Allah ‘azza wajalla Tidak Meridhoi nya ……………Wahai Ummat ISLAM Jika Begitu keadaanya …. Apa yang menyebabkan kalian MENYUKAI Mereka wahai Umat ISLAM …? ( Padahal MEREKA ( Yahudi ,Nashrani )tidak Menyukai Kalian )) …..Wahai Ummat ISLAM Jika Begitu seandainya keadaanya … Apa yang Menyebabkan kalian MENYENANGI mereka padahal MEREKA TIDAk SAYANG SAMA KALIAN … Bahkan Menginginkan KEHANCURAN untuk Kalian Semua Wahai Umat ISLAM ……..!
Wahai Umat ISLAM Bukankah Allah ‘Azza wa jalla Tuhan Kita Semua Yang Memerintahkan Kita Untuk Tidak memberikan wala’ (kedekatan; loyalitas, kesetiaan) dan kecintaan kepada orang kafir. Allah Ta’ala berfirman :

لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab; pemimpin; pelindung; penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. [Ali ‘Imrân/3: 28]

Dan di dalam ayat di atas Allaah Ta’aalaa Melarang Kita dengan TEGAS ……… Untuk Menjadikan Orang KAFIR sebagai Teman akrab atau Pemimpin atau Pelindung atau Penolong dengan Meninggalkan Kaum MUSLIMIN atau KAUM MU’MINIIN ……

Wahai pembaca Yang Budiman …….. Apabila Menyerupai Orang orang Yahudi dan Nashrani ( atau Orang – orang Kafir ) saja Umat ISLAM tidak di perbolehkan …… atau di HARAMKAN ….. Wahai Umat Islam Apabila Menyerupai Orang – orang Yahudi dan Nashrani ( Atau Orang-orang Kafir ) Saja Umat Islam tidak di Perbolehkan Alias Di HARAMKAN …. Apalagi dengan MEMBANTU Orang-orang KAFIR dalam MERUSAK Negera Negara kaum Muslimin dan Membunuh kaum Muslimin Seperti Menyerang Negri – Negri Kaum Muslimin dan MENJAJAH Negri kaum Muslimin …..!

Allah subhaanahuwata’aalaa berfirman yang artinya :

“ Sesungguhnya Allah hanyalah Melarang Kalian ( Untuk Berbuat baik kepada Orang Kafir ) dengan menjadikan mereka sebagai TEMAN ( KAWAN ) yaitu Yang Memerangi kalian dalam Agama Kalian dan Mengusir kalian dari rumah rumah kalian dan Menampakkan pengusiran kalian , Barang siapa yang menjadikan mereka KAWAN maka mereka itulah orang orang yang DZOLIM “ ( QS.Al-Mumtahanah : 9 )

Di dalam ayat di atas Allaah ‘Azza wa jalla Melarang Kita Kaum Muslimin Untuk Menjadikan Orang Orang KAFIR sebagai TEMAN atau KAWAN yaitu orang KAFIR yang Menyerang NEGARA Kaum MUSLIMIN dan Mengusir Penduduknya Karena Penduduk nya Beragama ISLAM atau Ingin Menegakkan TAUHID atau SYARIAT ISLAM , atau ingin menegakkan KHILAFAH ‘Alaa Manhaj Nubuwwah di bumi Allah Jallaa fil “ulaa ……….Wahai Kaum Musliminn ……Berdasarkan Ayat di atas Maka Allah Ta’aalaa MELARANG KITA sebagai Kaum MUSLIMIN untuk BERBUAT BAIK Kepada Orang KAFIR Yang MEMERANGI Kaum Muslimin serta MEMBUNUH Kaum MUSLIMIN dan Barang Siapa Yang BERSIH KUKUH Menjadikan Orang KAFIR Sebagai TEMAN Maka Mereka itulah orang Orang Yang ZHOLIM …….

Wahai Pembaca Yang Budiman Renungkanlah firman-Nya sebagai Berikut :

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tidak akan mendapati satu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang yang menentang itu asdalah bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. [al-Mujâdilah/58: 22]

Wahai Umat ISLAM Bukankah Allah ‘Azza wa jalla Tuhan Kita Semua Yang Memerintahkan Kita Untuk Tidak memberikan wala’ (kedekatan; loyalitas, kesetiaan) dan kecintaan kepada orang kafir. Allah Ta’ala berfirman :

لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab; pemimpin; pelindung; penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. [Ali ‘Imrân/3: 28]

Wahai Pembaca Yang budiman ……. ! Ingatkah Kita ……. Siapakah Yang Menjajah NEGERI INDONESIA KITA TERCINTA Ini Sampai 350 Tahun Lamanya …..! Wahai Pembaca Yang Budiman …! Masih Ingatkah Kita Siapakah Yang Menjajah Negri Kita 4 Tahun Lamanya Hingga Hampir Hampir Memporak porandakan Negri Indonesia ini ……..!

Wahai Pembaca Yang Budiman …! Mereka Yang Menjajah Negri Kita itu adalah Orang Orang Di Luar ISLAM yang Ingin MENGHINAKAN Umat ISLAM dan Ingin Merampas Harta KEKAYAAN Milik UMAT ISLAM Yang Allah Ta’aalaa telah Karuniakan Untuk UMAT ISLAM …. Dan Ingatkah Kita Wahai Permbaca Yang Budiman …. Siapakah Yang Memperjuangkan KEMERDEKAAN Negara Indonesia Ini ……. Dan Atas Nikmat Siapakah INDONESIA ini Bisa MERDEKA ….! Wahai Pembaca Yang Budiman …… Yang Pertama Negara Indonesia ini bisa MERDEKA di Karenakan ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH ‘AZZA WA JALLA YANG MAHA KUASA …….. Kemudian Allah ‘Azza Wajalla Menurunkan Bala Tentara Tentaranya Berupa Para Ulamaa Rabbanii dan MUJAHIDIIN FII SABIILILLAAH kemudian Para Pahlawan Kita Semua In Syaa Allah diantaranya adalah Bpk Ir SOEKARNO dan Bpk Drs Moh. Hatta dan Kawan kawannya semoga Allah Subhaanaahuwata’aalaa Merahmati Mereka Semuanya dan Membalas Kebaikan Mereka dengan MENGAMPUNI Dosa – Dosa MEREKA yang mereka lakukan di kemudian hari dan Semoga Allah Yang Maha Kuasa Memasukan MEREKA semua Kedalam SURGA NYA Yang Penuh dengan KENIKMATAN …. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalaamiin……. Wahai Kaum MUSLIMIN Kita semua adalah BERSAUDARA ….. Allah Ta’aalaa Telah Memberikan KENIKMATAN PERSAUDARAAN Kepada Kita Semua Sebagai UMAT ISLAM di Indonesia Oleh Karena itu BERSATULAH Kita Semua Di atas Alquran dan SUNNAH sesuai dengan Pemahaman SALAFUSSALEH Dan Hilangkanlah SEMUA Simbol – Simbol KEKUFURAN dan KESYIRIKAN, Berdakwahlah Dengan Cara – Cara Yang BAIK dan BIJAKSANA ……. Janganlah Umat ISLAM Yang ada Di Negri Kita MUDAH Untuk Di Pecah Belah Oleh Orang Orang KAFIR …… Yang dahulu Pernah MENJAJAH Negri Kita TERCINTA Ini …… Wahai Pembaca Yang Budiman dan Wahai Kaum Muslimin Seluruhnya …….Ingatlah Firman Allah ta’aalaa dan Hafalkan dan Renungkanlah Firman Allah ta’aalaa Yang Artinya :

“ Dan Sekali kali Tidak akan rela ( Untuk selama – lamanya ) Kepadmu Orarang orang YAHUDI dan Orang Orang NASHRANI Sampai Kamu Mengikuti Agama Mereka ( Gaya Hidup Mereka ) “ ( QS. Albaqorah : 120 ).

Dan Tancapkanlah di Hati Sanubari Kalian , dan Ingatlah Bahwasanya MEREKA ( Orang Orang KAFIR ) itu sangat Membenci kalian dan tidak pernah SAYANG Kepada Kalian Sebagai Umat ISLAM ……

Dan nasehat Terakhir Insya Allah…… Jika Kita MEMPUNYAI tetangga NON MUSLIM atau BUKAN ISLAM ……. Janganlah Kita MEMBALAS KEBURUKAN Dengan KEBURUKAN …. Perlakukanlah TETANGGA Kita Yang NON Muslim itu dengan Baik Selagi Mereka Berlaku BAIK …. Maka Berlaku Baiklah UMAT ISLAM Kepada Mereka …… Umat ISLAM Adalah UMAT Yang KESATRIA  Dari ZAMAN Ke ZAMAN Dan Dari GENERASI Ke GENERASI  Dan Bukanlah Umat Yang Pengecut ( Insya Allah ) Yang Hanya Berani Ketika Jumlah MEREKA SANGAT BANYAK …. Tunjukanlah Kepada Mereka Wahai Umat ISLAM Bahwasanya Agama ISLAM Ini adalah Agama KASIH Sayang Agama Rahmatan Lil ‘aalaamiin , Agama Rahmat Untuk Alam Semesta …. ( sebagai tambahan in syaa Allah ….Wahai kaum Muslimiin TENANGLAH wahai umat islam in syaa allah kita semua sama sama memahami Wahai umat ISLAM … bahwasanya umat islam pada hari ini banyak yang sedang mengalami penindasan, pelecehan dan pembunuhan …. Berdoalah untuk mereka ( umat islam ) sesungguhnya Allah jalla fil ‘ulaa tidaklah Buta wahai umat islam , dan Allah jallaa fil ‘Ulaa tidaklah lalai terhadap apa yang MEREKA ( orang orang kafir kerjakan atau perbuat … Apakah kalian wahai umat islam …. Tidakkah kalian gembira jika Allah jallaa fil ‘ulaa menurunkan Bala Bantuannya berupa Para MUJAHIDIIN Fii Sabiilillah dan Para Malaikat- Malaikat NYA yang selalu mendekatkan diri kepada NYA yang dengan PERANTARA mereka semua Allah Jalla Fil ‘Ulaa akan menolong agama NYA dan menolong orang orang yang lemah dan tertindas di kalangan umat islam dengan Izin dari NYA In Syaa Allah … wahai umat islam Berbuat Baiklah Kepada Mereka tetangga kalian yang NON MUSLIM dan sesungguhnya Allah Jallaa Fil ‘Ulaa tidaklah LALAI terhadap apa yang mereka KERJAKAN ( Dan Ketahuilah Ikhwah Sekalian Bahwasanya ADZAB Allah Jallaa Fil ‘Ulaa LEBIH DAHSYAT Dari Pada Adzab Kalian ) …Sekali Lagi In sya Allah Wahai Ikhwah Sekalian Berbuat Baiklah Kepada Mereka Sebagaimana Firman Allah Ta’aalaa yang Artinya :

“ Allah tidak Melarang kamu untuk Berbuat baik dan Berlaku ADIL terhadap Orang orang ( KAFIR ) Yang tidak Memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari Negrimu. Sesungguhnya Allah Menyukai orang orang yang Berlaku Adil “ ( QS. Al-mumtahanah : 8 ).

 

Wallahu A’lam Bisshowaab

( Dan Hanya Allah Jalla Fil ‘Ulaa Yang Mengetahui Hakikat KEBENARAN )

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 80 ( Insya Allah )

Bismillaahirrahmaanirraahiim
( Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang )

Sikap PERTENGAHAN dalam menghadapi
PEPERANGAN sesama
kaum MUSLIMIN
( insya allah )

Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Apabila kita mempelajari kandungan Alqur’an Al-kariim kemudian kita mempelajari Hadits Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam tentang kehidupan Salaf Sholeh Maka Insya Allah kita akan dapati, Mereka itulah ( Salaf Sholeh ) adalah generasi terbaik PILIHAN Allah ‘azza Wa Jalla.
Mereka itulah yang di sabdakan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam :
“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )
Wahai Pembaca yang budiman ! Sesungguhnya TEMA yang akan di bahas Pada KALI ini insya Allah adalah SIKAP PERTENGAHAN DI DALAM MENGHADAPI PEPERANGAN SESAMA KAUM MUSLIM
( INSYA ALLAH )

Wahai Pembaca Yang Budiman …! Sebelum kita mengambil sikap terhadap Perpecahan atau Peperangan yang terjadi Sesama Kaum Muslimin , Alangkah Baiknya Insya Allah , Permasalahan ini Kita Kembalikan Kepada Allah dan Rasul NYA …..Agar Kita Insya Allah Dapat Mengambil ISTINBAT Hukum atau Kesimpulannya Secara Benar dan Tepat Insya Allah. Hal tersebut Sebagaimana Firman Allah ta’aalaa yang Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman TAATILAH ALLAH dan TAATILAH RASUL serta Ulil Amri diantara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih dalam suatu perkara hendaklah kalian kembalikan kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, hal itu lebih baik bagi kalian dan lebih bagus hasilnya.” (QS. An-Nisaa’: 59)
Wahai Pembaca Yang Budiman Di Dalam Ayat Di atas Kita di Perintahkan Oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Assunnah Apabila Terjadi Perselisihan Pendapat atau Perbedaan Pendapat Di antara Kaum Muslimin, Seandainya Hal Yang Lebih Kecil Seperti Perbedaan Pendapat Sahaja Kita Di Perintahkan Oleh Allah ‘Azza Wa Jalla Untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Sunnah , APALAGI Hal Ini Berkaitan Dengan PEPERANGAN Antar Kaum Muslimin ,tentulah Lebih WAJIB Lagi Kita Mengembalikannya Kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam. Dan Setelah KITA Mengetahui Bahwasanya Permasalahan Segala Sesuatu Itu Harus Di Kembalikan Kepada Alqur’an Dan Assunnah, Maka Yang Ketiga Adalah Menyesuaikan Alqur’an Dan Assunnah Ini Kepada Pemahaman Generasi Yang Lebih Mengetahui Dan Lebih Paham Daripada Kita Dalam Memahami Alqur’an Dan Assunnah Yaitu Generasi Salaf Sholeh ( Yaitu Para Shahabat Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam ) . Karena Generasi Salaf Sholeh ( Yaitu Para Shahabat Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam ) adalah Generasi Terbaik Yang telah Mendapat REKOMENDASI Dari Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam. Hal Ini Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam Yang Artinya :
“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )
Dan Di dalam Riwayat Yang Lain Rasulullah Shalllallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam ? “ Beliau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku ( Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “
( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ).

Ibnu Uyaynah Rahimahullaah berkata, “Amr bin ‘Ash berkata, “Orang yang BERAKAL bukanlah orang yang mengetahui MANA YANG BAIK dan MANA YANG BURUK, tetapi orang yang BERAKAL adalah orang yang mengetahui mana yang LEBIH BAIK di antara DUA KEBURUKAN.” (Siyar A’lamin Nubala 3/74).
1. Adapun Di dalam Alqur’an Di Sebutkan Dalam Menghadapi Perpecahan Ataupun PEPERANGAN Sesama Kaum Muslimin. Allah ‘Azza Wa jalla Berfirman Yang Artinya :

“ Dan Berpegang Teguhlah Kalian Kepada Tali Agama Allah Seluruhnya Dan Janganlah Kalian Berpecah Belah “ ( QS : Al-Imran : 103 )

Kemudian Di Dalam Ayat Yang Lain Di Sebutkan Yang Artinya :

“ Maka Bertakwalah Kalian Kepada Allah Dan Perbaikilah HUBUNGAN Di Antara Kalian , Dan Taatlah Kepada Allah Dan Rasul NYA Jika Kalian Memang Orang Orang Yang BERIMAN “ ( QS Al Anfaal : 1 )

Kemudian Di Dalam Ayat Yang Lain Di Sebutkan Yang Artinya :

Sesungguhnya Orang-Orang Yang Beriman Itu BERSAUDARA, Maka DAMAIKANLAH Diantara DUA Saudara Kamu ( Yang Bertikai Itu ), Dan Bertakwalah Kepada Allah Supaya Kalian Di Rahmati ( QS Al-Hujurat : 10 )

2. Adapun Dizaman Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya adalah :

“ Sesama MUSLIM itu adalah SAUDARA bagi Muslim Yang Lain ( H.R. Muslilm)
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain Rasullullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Bertakwalah kalian kepada Allah dan Sambungkan Silaturrahiim ( H.R. Bukhori )
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain Rasullullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Orang Mu’min Yang Satu , dengan Orang mu’min
Yang Lain. Bagaikan Satu Bangunan yang satu sama lain Saling Menguatkan
( H.R. Bukhori Muslim )
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain Rasullullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Allah Akan Senantiasa Menolong hamba-NYA Selama Hambanya Senantiasa Menolong Saudaranya “ ( H.R Muslim ).
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain Rasullullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Tidak Beriman Seseorang ( Dengan Iman Yang Sempurna ) Di antara Kalian Sehingga dia Mencintai Saudaranya Sebagaimana dia Mencintai Dirinya “
( H.R. Bukhori Muslim ).
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain Rasullullaah shallallaahu’alaihi wa sallam Bersabda Yang Artinya :
“ Tidak Boleh Seseorang Muslim Itu Memutuskan Hubungan Dengan Saudaranya Lebih Dari Tiga Malam Dengan Berpaling Daripadanya Bila Bertemu, Sedangkan Yang Paling Terbaik Diantara Keduanya Adalah Yang Lebih Dahulu Mengucapkan Salam ( H.R. Bukhori Muslim ).
Dan Juga Diriwayatkan Dari riwayat Yang lain :
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin ‘Umar Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Ali bin Mudrik dari Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir dari Jarir bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada waktu haji Wada’ berkata kepada Jarir agar menyuruh orang-orang diam. Lalu beliau bersabda: “Janganlah kalian kembali menjadi KAFIR sepeninggalku, sehingga sebagian KALIAN MEMENGGAL leher sebagian yang lainnya.” ( H.R. BUKHARI No 4053 )
3. Adapun Dalil Dari SALAF SHOLEH ( generasi Terbaik umat Islam ) Insya Allah Sebagai Berikut :
Adapun Di Zaman Para Shahabat Radiallaahu ‘anhum Khususnya Di Zaman Akhir dari KEKHALIFAHAN Ali Bin Abi Tholib Rodiallaahu’anhu Kaum Muslimin pun Pernah Mengalami Zaman PERPECAHAN atau PEPERANGAN Di Antara Mereka Padahal Di Zaman Mereka Para Shahabat Adalah Zaman KEEMASAN Islam, Zaman Dimana Pada Saat Itu adalah Sebaik-baik Zaman ( Khairul Quruun ) . Hal Ini Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam Yang Artinya :
“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )
Walaupun Demikian Keadaanya ….. TETAPLAH Zaman Tersebut Merupakan Zaman KEJAYAAN atau KEEMASAN Umat ISLAM , Dimana Zaman Zaman Sesudahnya tidak akan Ada lagi Zaman Yang Bisa Menandingi Zaman itu ( Insya Allah ). Wahai Pembaca Yang Budiman …..! Insya Allah Semua Yang Terjadi Di Muka Bumi Ini Semuanya Tidak Terlepas Dari TAKDIR Dari Allah ‘Azza Wa Jalla. Baik Itu Takdir Baik Ataupun Takdir Buruk Akan Tetapi Dari Sisi Buruknya Itu Tidak Di Nisbatkan ( Di Sandarkan ) Kepada Allah ‘zza Wa Jalla Akan tetapi Dari Sisi Takdir Buruk ( Menurut Manusia Padahal Di Sisi Allah ‘Azza wa jalla Tidaklah Buruk ) Akan Melahirkan HIKMAH yang SANGAT LUAR BIASA yang tidak di ketahui oleh Manusia. Wahai Pembaca Yang budiman ! Mungkin PEPERANGAN yang terjadi Di antara para SHAHABAT Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Setelah Sepeninggal Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam itu Menurut Sebagian Besar manusia Itu merupakan SUATU KEBURUKAN , Padahal Jika Kita Melihat Insya Allah Dari Sisi Segi Dalil Syarii Insya Allah itu merupakan Suatu Yang Sudah Di TAKDIRKAN oleh Allah ‘ Azza Wa Jalla Yang Maha Kuasa Dalam Membuat Takdir ( yaitu Takdir Kauniyyah NYA ) dimana Dari Sisi Takdir KauniyyahNYA Ini Akan Menghasilkan HIKMAH – HikMAh Yang Sempurna Insya Allah. Wahai Pembaca Yang Budiman ! Dan Hikmah Yang Bisa Kita Ambil ( Insya Allah ) Dari PErpecahan, Pertikaian atau Peperangan Yang Terjadi Di KaLANGAN Para Shahabat Radiallaahu’anhum Ajma’iin adalah Salah Satunya adalah Kita Bisa Mengambil Pelajaran Insya Allah , Bagaimana Kita BERSIKAP Seandainya Benih Benih PEPERANGAN atau API API Peperangan Kembali TERJADI lagi di antara Kaum Muslimin Sesudah Zaman Para Shahabat Radiallaahu’anhum ( Wallahu a’lam Bis showaab ) .
Adapun Sebagian Kisah PEPERANGAN yang Terjadi Di Zaman Para Shahabat Radiallaahu’anhum itu adalah Perang SIFFIN , dan Siffin adalah nama sebuah daerah di tenggara Kota Raqqah, Suriah. Perang Siffin terjadi antara pasukan Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abi Sufyan radiallaahu’anhum dimana Ketika itu Ali Bin Abi tholib Radiallaahu’anhu Sebagai KHOLIFAH sedangkan Muawiyyah Radiallaahu’anhu Sebagai Gubernur atau Rakyat. Wahai Pembaca Yang Budiman … !
Perang saudara itu terjadi pada 1 Shafar tahun 37 H/ 26-28 Juli 657 M. PERANG SAUDARA pertama dalam sejarah peradaban Islam itu terjadi pada zaman FITNAH BESAR.
PERANG SAUDARA itu terjadi akibat ULAH dan PROVOKASI dari pengikut ABDULLAH BIN SABA. Karena dendam lama pengikut ABDULLAH BIN SABA’ terhadap MUAWIYAH Radiallaahu’anhu yang memantik pertempuran itu. ABDULLAH BIN SABA menurut sebuah riwayat adalah seorang Rabbi Yahudi yang masuk Islam pada masa KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN dan kemudian melakukan MAKAR. Kelompok ABDULLAH BIN SABA berupaya menebar FITNAH untuk menjatuhkan citra pejabat Negara. Dan Kelompok pengikut ABDULLAH BIN SABA atau SABAIYAH inilah yang membunuh KHALIFAH UTSMAN RADIALLAAHU’ANHU . Setelah terbunuhnya USTMAN radiallaahu’anhu Oleh Kelompok SABAIYYAH, Ali bin Abi Thalib Radiallaahu’anhu dibaiat penduduk Madinah, tidak lama setelah Ustman Radiallahu’anhu terbunuh oleh kelompok SABA’IYAH, Muawiyah Radiallaahu’anhu tetap menjabat sebagai Gubernur Syam. Penyebab meruncingnya hubungan Ali dan Muawiyah Radiallaahu’anhumaa adalah adanya para “PROVOKATOR” dalam barisan Khalifah Ali bin Abi Thalib yang ingin memerangi Muawiyah yaitu Kelompok ABDULLAAH BIN SABA ini.
Sebenarnya, tak ada perselisihan antara Ali dan Muawiyah Radiallaahu’anhumaaa . Yang ada perselisihan antara pengikut ABDULLAH BIN SABA’ dan Muawiyah Radiallahu’anhu . Terlebih, Muawiyah Radiallahu’anhu Menuntut dilakukannya hukuman hadd atau Qishos kepada kelompok ABDULLAAH BIN SABA atas terbunuhnya UTSMAN Radiallaahu’anhu Sedangkan Ali Radiallaahu’anhu Menginginkan Stabilitas Negara harus di Stabilkan Terlebih dahulu Dan Mengharuskan Muawiyyah bin Abi Sofyan MEMBAIAT Beliau ( Ali bin Abi tholib Radiallaahu’anhu ) Kemudian Barulah Setelah kondisi Negara Dalam Keadaan STABIL dan Muawiyyah Radiallahu ‘anhu Sudah Berbaiaat maka Kemudian Mencari Pembunuh USTMAN Radiallaahu’anhu Lebih Mudah Insya Allah, Hal ini Bukan Berarti Ali Radiallaahu’anhu Melindungi Pembunuh Ustman Tidak Sama Sekali Insya Allah, sedangkan Muawiyyah Radiallahu ‘anhu Menginginkan Khalifah Ali Radiallaahu’anhu Segera Mungkin Harus Mencari Pembunuh Khalifah Ustman Radiallaahu’anhu untuk Di adili di karenakan Muawiyyah radiallahu’anhu adalah Sepupu USTMAN BIN AFFAN sehingga mempunyai Hak untuk Menuntut BALAS ( atau QISHOS ) Wallahu a’lam akan tetapi dari masalah ini yang Benar adalah di Pihak Ali Bin Abi tholib sebagai SANG KHOLIFAH atau PRESIDEN adapun MUawiyyah radiallahu’anhu BELIAU hanyalah BERIJTIHAD dan Insya Allah Kita Semua Sama sama MENGETAHUI Bahwasanya Apabila SEORANG Yang IA Ahli dalam BERIJTIHAD ( Mengusai Ilmu agama secara Keseluruhan ) kemudian Ia BERIJTIHAD kemudian Jika IJTIHADNTA BENAR maka ia Mendapat DUA Pahala dan Jika SALAH maka Insya Allah Ia Hanya Mendapat Satu Pahala Dan Mudah- Mudahan Kesalahanya Diampuni oleh Allah ‘azza wa jalla Yang Maha Pengampun Insya Allah. Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Di Karenakan Banyaknya Pengadu Domba Di Kalangan Pengikut Abdullah Bin Saba Inilah Maka PERMASALAHAN Semakin MERUNCING, Maka Terjadilah FITNAH BESAR SEJARAH PERTAMA KALI Perang SAUDARA antar Kaum Muslimin yang terjadi di daerah SIFFIN Dan Hal Ini terjadi Di Kalangan Salaf Sholeh Kita Khususnya Di Zaman Para Shahabat Radiallahu’anhum Ajma’iin.

Dimana Di dalam PEPERANGAN SIFFIN ini Para Shahabat Radiallaahu ‘anhum TERBAGI menjadi 3 KELOMPOK :
1. Kelompok Pertama yaitu Kelompok Yang Berijtihad dan Menurut Mereka Kebenaran ada di pihak Ali Radiallaahu’anhu Melawan Kelompok Muawiyyah Radiallaahu’anhu Dan Di antara Shahabat Yang Masuk Dalam Kubu Ali Radiallaahu’anhu adalah Amar Bin Yasir Radiallaahu’anhu.

2. Kelompok Kedua Yaitu kelompok Yang Berijtihad dan Menurut Mereka Kebenaran ada di Pihak Muawiyyah Radiallaahu’anhu, Sehingga Mereka Berperang Melawan Ali Radiallaahu’anhu. Dan Diantara Shahabat Yang Masuk Kubu Muawiyyah Radiallaahu’anhu adalah Amru Bin Ash Radiallaahu ‘anhu.

3. Sedangkan Kelompok Yang Ketiga Ini adalah Kelompok Yang NETRAL ( Tidak memihak Kemana mana ) Kelompok Yang Berusaha ( Insya Allah Mendamaikan antara Kedua Golongan Yang Bertikai atau Berlaku WASAT atau Pertengahan ), Dan diantara yang Masuk Kedalam Golongan Ini adalah Abu Musa Al-As’ariy Radiallaahu’anhu.

Wahai Pembaca yang Budiman …. ! Akhir Dari Peperangan Siffin tersebut adalah Terbunuhnya dari Pasukan Irak Ali Bin Abi Tholib Rodiallaahu’anhu kurang lebih 25000 dan dari Pasukan Syam Pasukan Muawiyyah Rodiallaahu’anhu Kurang Lebih Mencapai 45000 akan tetapi Wallaahu a’lam Bisshowaab ada juga sebagian ulama mengatakan Angka tersebut kurang Cermat Wallaahu’alam, Di karenakan Banyaknya Korban di Kedua Belah Pihak, Maka Pihak Penduduk Syam atau Muawiyyah Mengangkat Alqur’an Tanda BERDAMAI Begitu pula di Pihak Pasukan Iraq Ali Radiallahu’anhu di karenakan Melihat Banyaknya KORBAN JIWA Akhirnya Kedua KUBU atau PASUKAN itu Menerima PERDAMAIAN itu , Dan Peristiwa itu Di Kenal Dengan Peristiwa Tahkim ( Al-Hamdulillah ).
Wahai Pembaca yang Budiman ! Ketika Perang Siffin Telah selesai …LIHATLAH Bagaimana Akhlaq Sang Kholifah Ali bin Abi Tholib Melewati Korban Perang Kemudian Memerisa Korban Dan Mendoakan Mereka ( Padahal Korban Itu adalah Lawan beliau Pada saat itu Yaitu Pasukan Muawiyyah yang Masih Mu’min Insya Allah ). Seorang Saksi Sejarah Berkisah “ Aku Melihat Ali Radiallaahu’anhu Duduk Di Punggung Bighol , Beliau Berkeliling di antara para korban, Saat Ali Radiallaahu ‘anhu memeriksa para korban, ia di damping Alasytar, Ali Radiallaahu’anhu melewati seorang laki laki yang menjadi korban, laki-laki ini adalah seorang hakim dan Ahli Ibadah yang terkenal di Syam, maka Alasytar berkata dalam sebuah riwayat Adi Bin hatim “ Wahai Amiirul Mukmiiniin , Apakah HABIS Bersama Mereka ? Demi Allah , dia adalah orang Mukmin. Maka Ali Radiallahu’anhu Menjawab , “ hari inipun ia tetap MUKMIN .”.
( Di Kutip dari Buku Muawiyyah Bin Abi Sofyan Prestasi Gemilang Selama 20 Tahun Menjadi Gubernur dan 20 Tahun Sebagai Kholifah Hal 215 Oleh DR. Muhammad As-shollabi )
Ada Kemungkinan laki-laki yang terbunuh itu adalah seorang hakim yang pernah datang kepada Umar Bin Khottob Radiallaahu’anhu dan ia ( hakim yang akan terbunuh nantinya ) berkata , “ Wahai Amiirul Mu’miniin ( Umar Bin Khottob Radiallahu’anhu ) aku ( hakim tersebut ) Bermimpi yang membuatku ngeri. “ Umar Radiallahu’anhu bertanya. “ Apa ?” Ia ( Hakim tersebut ) Menjawab , “ Aku melihat MATAHARI dan REMBULAN bertikai sedangkan BINTANG-BINTANG di antara KEduanya terbagi Menjadi Dua. Umar ( radiallahu’anhu ) Bertanya : kamu Bersama Siapa ? ia ( hakim tersebut ) Menjawab : Bersama Rembulan Melawan Matahari . maka Umar ( Radiallahu’anhu Berkata, “ Allah Ta’aalaa Berfirman yang artinya :

“ Dan kami Jadikan malam Dan Siang sebagai dua tanda ( kebesaran kami ), kemudian kami hapuskan tanda malam dan Kami Jadikan tanda siang itu TERANG BENDERANG “ ( QS. Al Israa : 12 ))
Kemudian Umar ( radiallahu’anhu ) berkata : Pergilah dan jangan berkerja untukku selamanya, “ Orang Yang Meriwayatkan Hadis ini berkata, “ Aku Mendengar Bahwa laki-laki itu ( hakim tersebut ) terbunuh di perang Siffin dalam Barisan Muawaiyyah.”
( Di Kutip dari Buku Muawiyyah Bin Abi Sofyan Prestasi Gemilang Selama 20 Tahun Menjadi Gubernur dan 20 Tahun Sebagai Kholifah Hal 216 Oleh DR. Muhammad As-shollabi )

Wallahu a’lam Mungkin Barisan Muawiyyah itu di Ibaratkan ( Rembulan dalam Mimpi Tersebut ) Sedangkan MATAHARI nya adalah Khalifah Ali Bin Abi tholib Radiallahu’anhu sedangkan Bintang bintang Adalah Para Shahabat Secara Umum Radiallahu’anhum ajma’iin. ( Di riwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-mushonnaf 11/74 dengan sanad terputus )
kemudian Ali Berdiri di depan korban-korban perang, baik dari pihaknya maupun dari pihak Muawiyyah Radiallaahu’anhumaa. Kemudian ia ( Ali Radiallahu’anhu ) Berkata : Semoga Allah Mengampuni kalian, Semoga Allah Mengampuni Kalian. “ Dan Beliau Mengucapkan itu untuk Kedua Kubu ( Khilafah Ali bin Abi tholib, Abdul Hamid, hal 250. Tanzih lil khol al-mu’miniin ).
Wahai Pembaca Yang Budiman …! Peperangan Yang terjadi Antar Kaum Muslimin Khususnya yang terjadi di antara Para SHAHABAT Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam itu SANGAT MENYEDIHKAN hati bahkan SANGAT MENYAYAT – NYAYAT Hati Seolah olah Bumi ini akan Runtuh Karena BERTEMUNYA DUA PASUKAN BESAR di MEDAN PERTEMPURAN YANG KEDUA PASUKAN BESAR INI adalah ORANG _ ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH ‘Azza wa jalla ………..bagaimana tidak wahai Pembaca Yang Budiman …! Para shahabat Rasulullah shallaallahu’alaihi wa sallamitu adalah Teman teman Rasulullah shallallaahu’alaihiwa sallam SEPERJUANGAN Baik dalam Keadaan Susah, sempit ataupun Lapang Mereka Selalu BERSAMA SAMA, Bahkan Mereka Semua Secara Umum adalah Kekasih , Shahabat Yang Sangat di Cintai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam , Akan tetapi wahai pem baca Yang Budiman ,…. Semua Yang Telah terjadi itu Sudah Di tetapkan Oleh Allah Ta’aalaa atau di takdirkan Oleh Allah ‘azza wa jalla , dan tidak ada yang BURUK pada sesuatu yang Allah Ta’aalaa TAKDIRKAN agar dari KISAH diatas Kita Semua Kaum MUSLIMIN pada SAAT ini Dapat Mengambil IBRAH atau PELAJARAN di suatu saat NANTI Insya Allah agar PERISTIWA yang MEMILUKAN Hati Itu Tidak TERULANG KEMBALI ( Wallahu a’lam Bisshowaab )
Wahai pembaca yang Budiman …! Berdasarkan Dalil dalil Alqur’an dan Sunnah Serta dalil dari Salaf Sholeh insya Allah, Menunjukkan bahwasanya PERTIKAIAN , PERPECAHAN dan PEPERANGAN antara Kaum Muslimin Ternyata Memang Sudah Di Peringatkan dan bahkan Pernah terjadi Di Zaman Keemasan Islam Dan Alhamdulillah telah Di Jelaskan Di dalam Alqur’an Dan Sunnah Bahkan Periistiwa tersebut Langsung Di Alami Oleh Salaf Sholeh Kita.
Wahai Pembaca Budiman …. ! PEPERANGAN antara Sesama Kaum MUSLIMIN adalah FITNAH Atau Ujian Dari Allah Ta’aalaa ….Oleh Sebab itu Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Dalam Menghadapi Fitnah ( Ujian ) Tersebut maka Hendaklah Hal yang Pertama kali Kita Lakukan Insya Allah adalah :
1. Yang Pertama BERDOA Kepada Allah ta’aalaa agar Di Jauhkan dari Berbagai Macam FITNAH ( Baik Fitnah SYUBHAT ataupun SYAHWAT ),

2. Yang Kedua Berdoa Kepada Allah Ta’aalaa Untuk Meminta Ilmu Yang Bermanfaat ……. Yaitu Ilmu yang Bisa Membedakan Mana Yang Benar dan Mana Yang Salah dan jika seandainya kita sudah di berikan Pemahaman Yang Benar dan Yang Salah Oleh Allah ‘azza wa jalla, maka Berdoalah kepada Allah ‘azza wa jalla agar kita Bisa Mengikuti KEBENARAN itu dan Berdoa agar Kita Bisa MENJAUHI KESALAHAN atau KEBATILAN itu ,

3. Yang Ketiga Berdoa Agar Kita Selalu Di Tunjuki Jalan Yang Lurus,

4. Yang Ke empat Berdoa Kepada Allah Ta’aalaa agar kita Selalu ISTIQOMAH Di atas SUNNAH Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam dan Berdoa agar KITA di matikan dalam Keadaan Husnul Khootimah di atas ISLAM dan di atas SUNNAH.

5. , Yang Kelima Berdoa Kepada Allah Ta’aalaa Bagaimana Caranya KITA Bisa Beramar Ma’ruf dan Nahi Mungkar Di Zaman FITNAH ini .

6. Yang Ke enam Berdoa Kepada Allah Ta’aala agar Kita dan Keluarga serta saudara kita dan Kaum MUSLIMIN pada Umumnya agar Kita semua di hindarkan dari Segala Macam Bentuk MUSIBAH dan MALAPETAKA.

7. Yang Ke Tujuh BERDOA Kepada Allah ta’aalaa agar KITA Bisa BERSABAR di dalam Menghadapi FITNAH tersebut.

8. Yang Ke Delapan Berdoalah Kepada Allah Ta’aalaa aagar KITA Bisa Bersikap WASAT Atau PERTENGAHAN di Antara Kaum MUSLIMIN Yang BERPERANG…. Atau Tidak Memihak atau BERSIKAP NETRAL .

9. Yang Ke Sembilan BERDOA Kepada Allah ta’aalaa agar Kita Bisa Berusaha Untuk MENDAMAIKAN PIHAK PIHAK yang BERPERANG Jika tidak Bisa MENDAMAIKAN maka Berdoalah Kepada Allah ta’aalaa agar kita Bisa MENJAUH Sejauh Jauhnya dari Fitnah Tersebut.

10. Yang Ke Sepuluh Berdoalah Kepada Allah Agar Kita Bisa TABAYYUN dalam menerima SUATU BERITA ….
Karena di zaman FITNAH, akan berkembang segala bentuk ISU maupun PROVOKASI, maka WAJIB bagi SETIAP MUSLIM untuk TELITI menerima berita, dengan mengecek kebenarannya, MELIHAT dari mana SUMBERNYA,dan tidak TERGESA-GESA menyebarkannya SEKALIPUN BENAR adanya-jika dikhwatirkan akan menjadi FITNAH.
Allah-ta’ala memerintahkan kita untuk mengecek berita jika datang dari orang yang tidak jelas, apalagi fasiq agar tidak muncul penyesalan dibelakang hari, dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.QS: alhujurat: 6,

11. Yang Kesebelas, Berdoalah Kepada Allah Ta’aalaa agar kita di berikan KEYAKINAN oleh Allaah ‘Azza wa jalla Bahwasanya PERTOLONGAN ALLAH itu Dekat Insya Allah ……. Wallaahu a’lam Bis showaab

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Banyak Hadist Hadis Insya Allah Yang Memerintahkan Kita Untuk Menjauhi FITNAH bukan tercebur atau TERJEBAK Ke dalam FITNAH ( UJIAN Tersebut ),
Di dalam kondisi fitnah akhir zaman Seperti sekarang ini ( Wallahu a’lam Bis showaab ) yang memakan korban dan MENUMPAHKAN DARAH , maka hendaklah seseorang itu MENJAUHI FITNAH, sebabagaimana yang dilakukan oleh sebagian sahabat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam seperti IBNU UMAR , ABU MUSA AL ASY’ARI dan Shahabat yang lainnya Radiallaahu’anhum .

Tatkala DAJJAL keluar, Nabi-shallallahu alaihi wa sallam-mengajarkan umatnya agar BERUZLAH MENJAUH dari FITNAH, beliau bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ.رواه أبو داود
Barang siapa mendengar kedatangan Dajjal maka hendaklah dia MENJAUH darinya, demi Allah sesungguhnya seseorang akan mendatanginya-sementara dia MENGANGGAP dirinya MUKMIN- akhirnya dia mengikutinya disebabkan berbagai SYUBUHAT yang didatangkannya.HR. Abu Daud.
Dalam hadis lainnya Rasulullah bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ.رواه البخاري
Akan terjadi berbagai FITNAH, maka seorang yang DUDUK dalam perkara itu(TIDAK IKUT) LEBIH BAIK dari orang yang BERDIRI, dan yang BERDIRI lebih baik dari yang BERJALAN menyongsongnya, dan yang BERJALAN masih LEBIH BAIK dari yang BERLARI padanya, barang siapa yang LARUT padanya akan TERJEBAK, maka barang siapa yang dapat MENGHINDAR MELARIKAN DIRI darinya HENDAKLAH dia LAKUKAN.
( HR.Bukhari.)
Dalam riwayat MUSLIM dengan tambahan:

أَلَا فَإِذَا نَزَلَتْ أَوْ وَقَعَتْ فَمَنْ كَانَ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِبِلٌ وَلَا غَنَمٌ وَلَا أَرْضٌ قَالَ يَعْمِدُ إِلَى سَيْفِهِ فَيَدُقُّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ ثُمَّ لِيَنْجُ إِنْ اسْتَطَاعَ.رواه مسلم

Ketahuilah jika FITNAH telah datang maka yang memiliki unta hendaklah membawa untanya MENJAUH, dan barang siapa yang memiliki kambing-kambing hendaklah MENJAUH dengan kambing-kambingnya, yang memiliki tanah hendakah MENDATANGINYA. Maka bertanya seorang laki-laki: Wahai Rasulullah, bagaimana sekiranya dia tidak memiliki,kambing ataupun tanah? Rasulullah menjawab: hendaklah dia MENDATANGI PEDANGNYA dan MEMUKULKAN MATANYA KE BATU hingga TUMPUL ( Wallahu a’lam supaya Pedangnya tidak Bisa untuk Membunuh Saudaranya SEMUSLIM atau Membunuh sesuatu Tanpa Haq atau Alasan Yang Di Benarkan Syari’at ) kemudian BERUSAHA menyelamatkan DIRI. ( HR. Muslim. )
Bersabda Rasulullah-shalllahu ‘alaihi wa sallam-:

إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ(زاد ابن ماجة: فعليك خويصة نفسك) وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ.رواه أبو داود
Jika engkau melihat KEKIKIRAN yang diperturutkan dan HAWA NAFSU yang dijadikan PANDUAN dan dunia yang DIDAHULUKAN dan tatkala tiap orang BANGGA dengan PENDAPATNYA, maka hendaklah ENGKAU dengan DIRIMU (Ibnu Majah menambahkan: hendaklah engkau dengan orang-orang khususmu) dan TINGGALKAN manusia, sesungguhnya dibelakang kalian akan datang hari-hari SABAR, dan KESABARAN padanya seperti MEMEGANG bara api, bagi orang yang BERAMAL diwaktu itu seperti ganjaran lima puluh orang yang beramal seperti amalannya. ( HR.Abu Daud ).

dalam tambahan lainnya Abu Daud meriwayatkan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُم
Wahai Rasulullah sama dengan ganjaran lima puluh orang dari mereka? Beliau bersabada: seperti ganjaran lima puluh orang dari kalian ( Para shahabat radiallahu’anhum ) .
Dan dalam riwayat yang lain di sebutkan ,
sebagaimana diriwayatkan dari Hudzaifah: “Bahwasanya ketika manusia bertanya kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, aku bertanya kepada beliau tentang KEJELEKAN, karena khawatir akan menimpa diriku, maka aku berkata, “Wahai Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya kami dahulu dalam keadaan jahiliyah dan KEJELEKAN, maka Allah datangkan kepada kami KEBAIKAN, maka apakah setelah KEBAIKAN ini ada KEJELEKAN?” Beliau menjawab, “Ya”. Maka aku berkata, “Apakah setelah KEJELEKAN itu ada KEBAIKAN?” Beliau menjawab, “YA, tapi padanya ada DAKHAN (kotoran)”. Aku berkata, “Apa DAKHANNYA?”. Beliau menjawab, “Kaum yang mengerjakan SUNNAH bukan dengan SUNNAHKU, dan memberi PETUNJUK BUKAN dengan PETUNJUKKU, engkau kenali mereka tapi engkau ingkari”. Maka aku berkata, “Apakah setelah KEBAIKAN tersebut akan muncul KEJELEKAN lagi?” Beliau menjawab, “YA, adanya Dai-Dai yang berada di atas pintu Jahannam, barangsiapa yang memenuhi panggilannya akan dilemparkan ke Neraka Jahannam”. Aku berkata, “Wahai Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam terangkan ciri-ciri mereka”. Beliau berkata, “Mereka adalah suatu kaum yang KULITNYA sama dengan KULIT kita, BAHASANYA juga sama dengan BAHASA kita”. Aku berkata, “Apa yang engkau perintahkan jika aku mengalami JAMAN seperti itu?” Beliau berkata, “BERPEGANGLAH dengan jama’ah muslimin dan imam mereka”. Aku bertanya, “Bagaimana jika tidak ada JAMA’AH dan IMAM?” Beliau menjawab, “Tinggalkan semua FIRQAH ( GOLONGAN, ALIRAN ), meskipun kamu harus menggigit AKAR POHON hingga kamu MATI dan kamu dalam keadaan seperti itu .”
( Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya, 3606, Muslim dalam Shahih-nya (1847), Imam Ahmad dengan panjang (V/386), 403 dan secara ringkas (V/391,396), dengan ringkas dengan lafazh-lafazh yang berbeda-beda (V/494), Abu Dawud As-Sijistani (3244), dengan lafazh berbeda (4246) dan An-Nasa’I dalam Al Kubra (V/17,18). )
Dan Di dalam Riwayat Yang Lain Di Sebutkan Bahkan Di tegaskan Secara tidak langsung agar Kita Menghindari FITNAH terutama Fitnah PEPERANGAN antar atau SESAMA KAUM MUSLIMIN Sebagaimana hadis yang akan di Paparkan Berikut ini insya Allah :
Telah menceritakan Kepadaku Abu kamil Fudhoil Ibnu Husain Aljahdary , telah Menceritakan kepada kami hammad Ibnu Zaid dari Ayyub dan Yunus dari Hasan dari Ahnaf Bin Qois lalu ia Berkata aku keluar dan sedangkan aku menginginkan laki-laki itu kemudian Menemuiku Abu Bakrah lalu ia ( Abu Bakrah Berkata ) Mau kemana engkau wahai Ahnaf ( bin Qois ) aku ingin MENOLONG anaknya paman Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam yaitu ALI Radiallaahu’anhu lalu ia ( Abu Bakrah berkata kepadaku ) PULANGLAH karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullaah shallallaahu’alaihiwasallam bersabda …” Bila DUA orang MUSLIM berhadapan dgn pedang, PEMBUNUH & yg DI BUNUH ada dineraka. Aku berkata: Atau dikatakan: Wahai Rasulullah ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) , ia yg membunuh (pantas masuk NERAKA), lalu bagaimana dgn yg DIBUNUH ?
Beliau menjawab ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ): Sesungguhnya ia ( Yang DI BUNUH Bila Masih Hidup ) ingin membunuh KAWANNYA ( Sesama MUSLIM ). ( H.R. Muslim No 5139 ).

Wallahu a’lam Bis Showaab

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 79 ( Insya Allah )

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sesama Muslim itu BERSAUDARA …
Apabila Dua PEDANG / SENJATA Kaum MUSLIMIN Saling Bertemu maka Yang MEMBUNUH Dan Yang Di BUNUH Sama Sama Masuk Ke dalam NERAKA ( Insya Allah ) ……..

Wahai Pembaca Yang Budiman …? Sesungguhnya agama Islam ini adalah agama Rahmat Bagi Alam semesta …agama yang merupakan NIKMAT yang Paling terbesar yang Allah ‘azza wa Jalla Telah Memberikannya kepada Kita Sebagai kaum Muslimin …. Oleh karena itu wahai Pembaca yang Budiman …. Jagalah NIKMAT ini dengan Sebaik-baiknya …. Dan janganlah engkau menyia-nyiakannya ..! Wahai Kaum Muslimin ..? Wahai Orang – orang yang Beriman …? Wahai Orang – orang yang di dalam hatinya Masih Memiliki Keimanan … ? Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Sesama MUSLIM itu Bersaudara ….! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Sesama MUSLIM itu Harus Saling Tolong Menolong ….! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga …. Sesama MUSLIM itu Harus Saling Mencintai ….! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga Sesama MUSLIM itu Harus Saling Menyayangi ….
Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Ajarkan Juga kepada kita Bahwasannya Sesama MUSLIM itu di anjurkan Menebarkan Salam Kesejahteraan dan keselamatan ….! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Anjurkan Menjenguk Orang yang Sedang Sakit …! ….! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Anjurkan Membantu Orang Yang Sedang Mengalami Kesulitan …! Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ? Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Larang Saling Membenci …! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Sebutkan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Larang Saling Membelakangi …! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Jelaskan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Larang Saling Membuka KEJELEKAN atau AIB saudaranya walaupun BENAR adanya …! Bukankah Di dalam Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Di Jelaskan Juga Bahwasannya Sesama MUSLIM itu Di Larang Saling Mencari – Cari KEJELEKAN atau AIB saudaranya walaupun BENAR adanya …! Akan tetapi wahai pembaca yang Budiman …. Sebagian Besar Kaum Muslimin ….. Banyak yang terjerumus ke dalam Talbiisul IBLIIS ( Jaring – Jaring IBLIS ) yakni terpancing dengan PERPECAHAN UMAT ISLAM yang akhirnya mereka ikut-ikutan dalam PERPECAHAN atau PERSELISIHAN atau PEPERANGAN tersebut dengan MEMBELA serta MEMBANGGAKAN KELOMPOKNYA Masing-masing …..PADAHAL mereka semua adalah MUSLIM ( Naa’uudzubillaahi Min Dzaalik ) . Wahai Pembaca yang budiman … ? Memang Benar …. PERPECAHAN KAUM MUSLIMIN itu akan tetap TERJADI di kalangan Umat ISLAM dan ini Sudah TAKDIR dari Allah ‘azza wa jalla yang Maha Hebat Dalam Membuat Takdir NYA( Yaitu Takdir Kauni ) … akan tetapi wahai pembaca yang Budiman Bukankah Dari sisi TAKDIR Yang lain ( Yaitu Takdir Syar’ie ) Allah Subhaanaahuwata’aalaa Menghendaki dan Memerintahkan KITA semua Sebagai Umat ISLAM untuk Bersatu Padu dan Jangan Berpecah Belah …? Dan Bukankah Di dalam Alquran Allah ‘azza wa jalla Berfirman yang artinya:

“Dan berpegang teguhlah kalian kepada TALI Allah SELURUHNYA , dan Jangan Kalian BERPECAH-BELAH………” (QS Ali Imran: 103) “

“ ….Maka Bertakwallaah Kalian Kepada Allah dan Perbaikilah HUBUNGAN Di antara Kalian ,dan taatlah kepada Allah dan RasulNya , jika kalian Memang Orang –orang yang beriman ( QS : Al-anfal ayat 1 ) “

Dan di dalam Alquran Surat Al-Hujurat ayat 9 Allah ‘azza wa jalla Berfirman yang artinya :

“ .. dan jika ada DUA Golongan dari Kalangan Orang Yang Beriman Saling Berperang maka Damaikanlah antara Ke Dua Golongan tersebut dan Jika Salah Satu dari Ke dua Golongan tersebut Berlaku Aniaya atau Zholim Maka Perangilah Golongan Yang Aniaya itu Sampai Mereka ( Golongan Yang Aniaya itu Kembali ) Kepada Perintah Allah …..” ( QS:Al-Hujurat : 9 )

…. Didalam ayat diatas yaitu Surat Alhujurat ayat 9 Kita di perintahkan untuk MENDAMAIKAN DUA Kelompok kaum Muslimin Yang saling Berperang atau Bertikai atau Berselisih dan Jika yang berselisih ini salah satunya ada yang berbuat Zholim maka HARUS DI PERANGI ….. di dalam ayat ini memang BENAR terdapat ayat – ayat Yang Menyuruh Umat Islam Memerangi Umat ISLAM yang Berbuat Aniaya ………. akan tetapi wahai pembaca yang budiman BERHATI-HATI LAH dan TELITI lah dalam Memvonis sesuatu kepada Kaum MUSLIMIN , boleh jadi di hadapan Sebagian BESAR manusia ..mereka adalah kelompok yang MENYIMPANG akan tetapi Mungkin di sisi Allah ‘azza wajalla Mungkin saja mereka adalah Kelompok MUSLIM SEJATI insya Allah oleh karena itu BERHATI-HATILAH wahai kaum Muslimin … kalian semua insya Allah adalah Kaum Muslimin kaum yang tunduk dan patuh kepada Allah janganlah kalian sampai TERPERANGKAP oleh Jaring jaring IBLIS …Berdoalah kepada Allah ‘azza wa jalla Mudah mudahan kaum Muslimin di satukan hati mereka dan barisan mereka di atas Aqidah dan Manhaj yang Benar aamiin ….. yaa rabbal ‘aalaamiiin …….

dan di sebutkan juga insya Allah salah satu tanda KIAMAT itu adalah …. Sebagaimana yang di sabdakan Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam insya Allah :

Hadits Muslim 5142

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ وَتَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ

KIAMAT itu tidak akan terjadi hingga DUA KELOMPOK BESAR Berperang, terjadi PERANG BESAR diantara keduanya & seruan keduanya itu SAMA. [HR.Muslim No 5142].

Hadits Muslim 5143

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ

KIAMAT tak terjadi hingga banyak (terjadi) haraj. Mereka bertanya: Apa itu haraj, wahai Rasulullah ( Shallallaahu’alaihi wa sallam )?
beliau ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) menjawab: PEMBUNUHAN, PEMBUNUHAN. ( HR.Muslim No 5143 )

………………………..akan tetapi wahai Pembaca yang Budiman Semua yang terjadi itu memang Benar Sudah di TAKDIRKAN oleh Allah ‘azza wa jallaa ( Insya Allah ) akan tetapi Bukankah di dalam TAKDIR Allah ‘azza wa jalla yang Maha Adil Itu Kita di Berikan DUA Pilihan atau DUA Jalan yaitu Pilihan yang Baik dan Pilihan Yang Buruk atau Jalan Yang Baik atau Jalan yang Buruk … wahai Pembaca Yang Budiman …? Mengapa kita tidak Memilih JALAN YANG BAIK SAJA …? Dan Mengapa Kita Harus Memilih Jalan Yang BURUK … ? walaupun KEDUA JALAN atau PILIHAN tersebut adalah Sudah DI TAKDIRKAN oleh Allah ‘azza wajalla Yang Maha Dahsyat dalam Membuat TAKDIR yang membuat manusia yang ANGKUH dan SOMBONG di Muka Bumi ini yang tidak Mau MERENDAHKAN DIRI dan BERDOA kepada Allah ‘azza wajalla Menjadi KERDIL, RENDAH, dan HINA dan tidak akan Bisa memilih JALAN YANG BAIK dan JALAN YANG BENAR Insya Allah …! ……….. Bukankah DI ZAMAN kita ini di Abad ini adalah Akhir Zaman alias Zaman FITNAH ( Syubhat dan Syahwat ) Dan juga Banyak Hadis Menyebutkan Kita di Perintahkan Menghindari FITNAH daripada TERJEREMBAB atau TERJERUMUS kedalam FITNAH . Dan Bukankah Di Akhir Zaman Atau Di Zaman FITNAH Ini kita di Anjurkan Untuk Berlomba – lomba dalam berbuat KEBAIKAN …Bukan MALAH Berperang antara Sesama MUSLIM …! Dan Bukankah Di Zaman FITNAH ( Sybhat dan SYAHWAT ) Ini kita di Anjurkan Untuk Bersatu Padu …Bukan MALAH Berperang antara Sesama MUSLIM …! Dan Bukankah Pula Di Zaman FITNAH ( Sybhat dan SYAHWAT ) Ini kita di Anjurkan Untuk SALING MENDAMAIKAN …Bukan MALAH Saling MENGHASUT Berperang antara Sesama MUSLIM …! Wahai Pembaca Yang Budiman …. ! Apakah KITA Pernah Mendengar Hadis Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa sallam Yang isinya insya Allah adalah Sebagai Berikut :

حَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ وَيُونُسَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ خَرَجْتُ وَأَنَا أُرِيدُ هَذَا الرَّجُلَ فَلَقِيَنِي أَبُو بَكْرَةَ فَقَالَ أَيْنَ تُرِيدُ يَا أَحْنَفُ قَالَ قُلْتُ أُرِيدُ نَصْرَ ابْنِ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي عَلِيًّا قَالَ فَقَالَ لِي يَا أَحْنَفُ ارْجِعْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ قَالَ فَقُلْتُ أَوْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ قَدْ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ

Telah menceritakan Kepadaku Abu kamil Fudhoil Ibnu Husain Aljahdary , telah Menceritakan kepada kami hammad Ibnu Zaid dari Ayyub dan Yunus dari Hasan dari Ahnaf Bin Qois lalu ia Berkata aku keluar dan sedangkan aku menginginkan laki-laki itu kemudian Menemuiku Abu Bakrah lalu ia ( Abu Bakrah Berkata ) Mau kemana engkau wahai Ahnaf ( bin Qois ) aku ingin menolong anaknya paman Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam yaitu Ali Radiallaahu’anhu lalu ia ( Abu Bakrah berkata kepadaku ) Pulanglah karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullaah shallallaahu’alaihiwasallam bersabda …” Bila DUA orang MUSLIM berhadapan dgn pedang, PEMBUNUH & yg DI BUNUH ada dineraka. Aku berkata: Atau dikatakan: Wahai Rasulullah ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) , ia yg membunuh (pantas masuk neraka), lalu bagaimana dgn yg Dibunuh ?
Beliau menjawab ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ): Sesungguhnya ia ( Yang Di Bunuh Bila Masih Hidup ) ingin membunuh kawannya ( Sesama Muslim ). ( H.R. Muslim No 5139 ).

Wallaahu a’lam BisShowaab Mungkin di Kecualikan dari hadis di atas insya Allah dalam keadaan atau dalam Rangka Mempertahankan DIRI atau TERPAKSA dan tidak ada NIATAN atau TERBESIT sama sekali di dalam dirinya untuk Membunuh SAUDARANYA sesama MUSLIM …….

Semisal atau Contoh :

Apabila ia akan di Rampok atau di Serang oleh seorang perampok atau penjahat ( yang notabenya Seorang Muslim ) kemudian ia sudah berusaha sebisa MUNGKIN untuk tidak Membunuh Perampok tersebut akan tetapi Perampok tersebut Ingin membunuhnya dan terus mengejarnya Maka tidak ada Pilihan lain bagi dirinya untuk membunuh Sang Perampok tersebut insya Allah hal tersebut tidak mengapa di Karenakan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di Tanya :

يا رسول الله ، أرأيت إن جاء رجل يريد أخذ مالي؟ قال: فلا تعطه مالك، قال: أرأيت إن قاتلني؟ قال: قاتله،
قال: أرأيت إن قتلني؟ قال: فأنت شهيد، قال: أرأيت إن قتلتُه؟ قال: هو في النار (رواه مسلم)

“Wahai Rasulullah( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) : “bagaimana menurutmu jika ada seseorang yang hendak mengambil hartaku.?”. Beliau ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) menjawab: “jangan kau berikan”. Laki-laki itu bertanya lagi: “Bagaimana jika ia menyerangku”.?. Beliau ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) menjawab: “Engkau lawan”. Ia bertanya lagi: “Bagaimana jika ia berhasil membunuhku.?”. Beliau ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) menjawab: “kamu syahid”. Ia bertanya lagi: “Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya..?”. Beliau ( Shallallaahu’alaihi wa sallam ) menjawab: “Dia masuk neraka” (HR. Muslim).

Wallaahu a’lam Bis Showaab

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 78 ( Insya Allah )

Bismillaahirrahmaanirrahiim

KEAGUNGAN DAN KEBESARAN ALLAH
‘AZZA WA JALLA
DALAM MENCIPTAKAN DAN MEMBERI REZEKI DAN MENGATUR ALAM SEMESTA …!

Wahai pembaca yang budiman …….. ! Bagaimana pendapatmu tentang KEHIDUPAN DUNIA ini …….! Apakah KEHIDUPAN DUNIA Menarik Hatimu …………. Apakah KEHIDUPAN Dunia Ini Menyenangkan dirimu ……ataukah KEHIDUPAN Dunia ini Malah Justru SEBALIKNYA ……….Membuat Dirimu Menjadi GELISAH , sehingga engkau merasa SUSAH ……SUSAH Hatimu……Susah Perasaanmu …… Bahkan SUSAH Seluruh Kehidupanmu………Wahai Pembaca yang Budiman ….. BERSabarlah…. karena Allah ‘azza wa jalla  itu Bersama orang-orang yang BERSABAR ……Insya Allah ….! Wahai Pembaca Yang Budiman.. Bagaimana Pendapatmu Tentang DUNIA ini …… ! Tahukah Engkau Wahai Saudaraku ……. Siapakah yang telah menciptakan DUNIA INI …? ….Wahai Pembaca yang Budiman ….. Bisakah Atau dapatkah engkau Menciptakan Dunia ini yang di dalamnya ada hal hal yang Menyenangkan dan di dalam waktu yang bersamaan itu pula terdapat hal-hal yang MENYEDIHKAN .,…. ? ……. Apabila engkau wahai pembaca yang budiman TIDAK bisa Menciptakan atau MEMBUAT DUNIA atau BUMI ini yang di dalamnya terdapat KESENANGAN dan KEINDAHAN yang SANGAT Luar BIASA …… Maka …… TUNDUKLAH Engkau Wahai PEmbaca Yang Budiman dalam seluruh PERBUATANMU Kepada DZAT yang telah Menciptakan DUNIA ini dengan kekuatan-NYA yang maha Dahsyat …. ! yaitu ALLAH ‘azza wa jalla yang Maha HEBAT ……. Tahukah kita wahai pembaca yang budiman ….. ! Allah ‘azza wa jalla telah Menciptakan BUMI atau DUNIA ini sejak Ribuan TAHUN atau bahkan Jutaan tahun yang lalu ( Wallaahu a’lam bi sshowaab ) …… dan Sejak Ribuan tahun yang lalu BUMI ini selalu TERJAGA dengan BAIK ( alhamdulillaah ) . Tahukah Engkau Wahai Pembaca yang Budiman ! …..Dimanakah BUMI kita ini berada ? insya Allaah …. Seluruh Manusia akan SEPAKAT atau SEPENDAPAT … Bahwasanya DUNIA atau BUMI ini yang kita Tempati ini Berada di LANGIT DUNIA …..! Bukan kah kita mengetahui bahwasanya di LANGIT itu tidak ada Udara ….. dan Bukankah kita Juga Mengetahui Bumi yang kita tempati ini sekarang MENGAPUNG atau MENGAMBANG dalam keadaan sendiri dan berjalan sesuai dengan Garis Edarnya ( karena Allah lah yang menyuruhnya untuk berjalan sesuai garis edarnya ) ……. Jika begitu seandainya bukankah engkau mengetahui bahwasanya BUMI kita itu Bersendirian HIDUP dilangit …… ! Bukankah engkau mengetahui wahai pembaca yang budiman …. Bahwasanya Makhluk hidup itu tidak bisa Hidup SENDIRI , Bukankah engkau juga mengetahui wahai pembaca yang budiman MANUSIA itu tidak bisa Hidup Bersendirian bukankah Manusia Itu MAKHLUK SOSIAL ….. Jika MAKHLUK yang BERAKAL SAJA seperti Manusia Tidak Bisa HIDUP Ber SENDIRIAN … APA LAGI BUMI yang tidak MEMILIKI Akal …… ? Apakah bumi bisa Hidup Bersendirian …. ? Siapakah Bumi ini wahai pembaca yang budiman ….? Bumi adalah Benda yang BESAR yang tidak Bisa Bergerak ( Karena Bumi tidak Berakal dan benda mati ) ….. dan siapakah Benda yang Bisa Menggerakan BUMI … ? Apakah MATAHARI ….? Bukan Kah MATAHARI juga Benda mati yang sangat PANAS dan BESAR yang tidak BERAKAL ( Seandainya MATAHARI dan BUMI itu kedua duanya Memiliki akal ..Belum tentu Mereka itu akan Bisa BERGERAk di langit dan seandainya Mereka memiliki akal wahai Pembaca yang Budiman ….. Bisakah Matahari dan Bumi itu saling BERSOSIALISASI … ? …. Wahai pembaca yang budiman ……! Tahukah kita wahai pembaca yang Budiman … tahukah kita PERUSAHAAN ? …. Tahukah kita wahai pembaca yang Budiman … tahukah kita PERUSAHAAN – PERUSAHAAN BESAR yang ada Di DUNIA ini ? ….insya Allah Mayoritas Manusia sebagian besar manusia INSYA ALLAh menetahui apa itu PERUSAHAAN ? … wahai Pembaca Yang budiman Bagaimana Pendaapatmu ..Apabila PERUSAHAAN-PERUSAHAAn itu tidak Mendapatkan Pasokan atau Suplai BARANG BARANG dari Perusahaan perusahaan lain ..? Apakah PERUSAHAAN yang tidak Mendapatkan PASOKAN atau SUPLAI Barang itu PERUSAHAAN tersebut akan Dapat MENGHASILKAN Produk produk yang Baru …? Ataukah Perusahaan tersebut Akan BINASA karena tidak Mendapatkan PASOKAn atau SUPLAI dari Perusahaan yang lain ? ..Bukankah Sesama Perusahaan saja harus SALING BERSOSIALISASI …!
Jika PERUSAHAAn saja yang Ruang LIngkupnya LEBIH KECIL dari pada BUMI saja Harus BERSOSIALISASI …… Maka BUMI yang kita tempati ini Lebih BERHAQ lagi untuk BERSOSIALISASI dari pada Perusahaan-perusahaan yang ada di MUKA BUMI INi …. ? dan tahukah kita wahai pembaca yang budiman ….! Sesungguhnya Selama ini engkau tinggal di MUKA BUMI ini … dimana BUMI ini tidak BISA BERSOSIALISASI Kecuali ALLAH Azza wajalla lah yang Memberikan SUPLAI Kepada LANGIT dan BUMI agar mereka bisa Saling BERSOSIALISASI ( Wahai pembaca yang budiman ……… ? Allaahu akbar …. Allah lah yang MAHA BESAR ) , Hal ini Menunjukkan bahwasannya Sesuatu Yang Tidak atau Sesuatu yang Belum BISA BERSOSIALISASI Bukan berarti sesuatu itu akan MATI ( Insya Allah ) akan tetapi bisa saja SESUATU itu akan Hidup Selamanya walupun mereka tidak bisa bersosialisasi dengan yang lainya seperti SURGA dan NERAKA Insya Allah ( Wallaahu a’lam Bis showaab ) , di karenakan di balik KEHIDUPAN Yang NYATA ini …… Masih ada KEKUATAN yang MAHA DAHSYAT di dalam Kehidupan yang tidak NYATA ( GHAIB ) yang tidak terlihat oleh mata dan tidak Bisa di jangankau oleh MATA …. yaitu KEKUATAN ALLAH Subhaanaahuwata ‘aalaa yang MEngatur ALAM SEMESTA …… oleh karena itu wahai pembaca yang budiman kita tidak boleh merasa diri kita SOMBONG atau ANGKUH dengan MENGUCILKAN atau MERENDAHKAN atau MEREMEHKAN atau Bahkan MENGHINA Seseorang yang tidak atau belum bisa BERSOSIALISASI di dalam Masyarakatnya , karena boleh jadi Orang yang di KUCILKAN, orang Yang DI REMEHKAN, Orang yang DI RENDAHKAN, Orang yang DI HINA , jika orang yang di RENDAHKAN atau DI HINAKAN itu BERSABAR karena Allah Ta’aalaa dan BERDOA kepada Allah ‘azza wa jalla…. MAKA…. Boleh Jadi Allah ‘azza wa jalla yang akan MENJADI PENOLONGNYA …… dan Jika Allah Ta’aalaa sudah Menjadi PENOLONG seseorang maka …. TIDAK ada SEORANGPUN baik di LANGIT ataupun yang ada DI BUMI yang dapat MENGALAHKAN kekuatan Allah ta’aalaa …. SELAMA-LAMANYA …… SELAMA-LAMANYA dan SELAMA-LAMANYA …..oleh karena itu wahai pembaca yang budiman …mudah-mudahan Sekarang INSYA ALLAH kita sudah sama sama mengetahui Bahwasanya BUMI yang Kita tinggali ini tidak MEmpunyai PENYUPLAI Barang dan Tidak juga mempunyai PEMASOK barang …..Akan tetapi jika di tanyakan Kepada Kita …? Apakah Tumbuh tumbuhan …yang ada di muka BUmi ini ADA dengan sendirinya …ataukah Allah yang Maha Kuasa yang Menumbuhkannya ….? Dan jika di tanyakan lagi Kepada Kita …? Apakah Air …yang ada di muka BUmi ini ADA dengan sendirinya …ataukah Allah yang Maha Kuasa yang Menurunkannyaa ….? Apakah Gedung – gedung Bertingkat yang ada di atas Muka Bumi ini ada dengan Sendirinya ataukah Allah yang Maha Hebat Yang Mengadakannya …? Atau apakah computer atau Televisi atau telephone atau android atau tablet ataukah Ipad beserta perangkat yang lainnya yang akan berkembang sesuai dengan perkembangan ZAMAN insya Allah…apakah Peralatan tersebut ada dengan SENDIRINYA atau apakah Allah yang Maha Dahsyat KekuatanNYA Yang Menciptakan itu SEMUA…ataukah BUMI ini Bisa Menghasilkan Peralatan tersebut dengan Sendirinya ataukah BUMI ini yang Lebih Mengetahui ataukah Allah Yang Maha Tahu yang Paling Mengetahui ….? Ketahuilah Wahai Pembaca yang budiman SEMUA yang terjadi di ALAM SEMESTA ini ….Semuanya SUDAH di Takdirkan Oleh Allah yang Maha Kuasa ….. Adanya Mobil, Sepeda, Motor , Kereta, Pesawat terbang, Bom atum, Nuklir, Senjata, Televisi, Telephone , Handpone, Android, tablet, laptop, notebook dan seluruh apa saja yang ada di dunia ini baik yang besar ataupun yang kecil …. BAHAN BAHAN Pembuatannya Sudah Di SIMPAN Di dalam BUMI Ini yang kita tempati ….sehingga MANUSIA bisa atau dapat dengan mudah Mempergunakan BAHAN BAHAN tersebut untuk membuat hal yang DI SUKAI …. Dan juga hal tersebut sudah Di RENCANAKAN atau di TAKDIRKAN oleh Allah Yang MAHA HEBAT dalam MEMBUAT TAKDIR bahkan Jauh jauh hari SEBELUM di Ciptakan LANGIT Dan BUMI …. Allah Yang MAha Sempurna Telah MENGETAHUI bahwasanya di Zaman Ini akan Muncul TEKHNOLOGI – TEKHNOLOGI Yang teramat Canggih …… Oleh karena itu wahai pembaca yang budiman Kita sebagai MANUSIA ….. janganlah diri kita Menjadi SOMBONG dengan penemuan – penemuan TEKHNOLOGI –TEKHNOLOGI yang telah di temukan pada ABAD INI ….karena Semuanya itu adalah pada hakekatnya BUKANLAH Manusia Yang Membuatnya Akan tetapi Allah lah yang Maha Hebat Yang telah MEMBUATNYA …… akan tetapi KEBANYAKAN Manusia Tidak Mengetahuinya …….

Wallaahu a’lam Bis Showaab

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 77 ( Insya Allah )

Selamatkan Dirimu dari Neraka Dengan Sedekah

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Dahsyatnya siksa neraka tak ada bandingnya. Seringan-ringan siksanya tak ada yang sanggup menanggungnya. Bahkan ia merasa bahwa ia disiksa dengan siksa yang paling dahsyat. Lihatlah gambarannya yang dikabarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ يَغْلِى مِنْهُمَا دِمَاغُهُ

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang diletakkan dua buah bara api di bawah telapak kakinya, seketika otaknya mendidih.” (Muttafaq ‘Alaih, sebagian tambahan Al-Bukhari, “sebagaimana mendidihnya kuali dan periuk.”

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَنْتَعِلُ بِنَعْلَيْنِ مِنْ نَارٍ يَغْلِى دِمَاغُهُ مِنْ حَرَارَةِ نَعْلَيْهِ

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya, ia memakai dua sandal dari neraka, seketika itu mendidih oraknya disebabkan panasnya dua sandalnya itu.

Dalam redaksi lain,

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلاَنِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِى مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِى الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, seketika otaknya mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tak ada seorang pun yang siksanya lebih pedih daripadanya, padahal siksanya adalah yang paling ringan di antara mereka.” (HR. Muslim)

Maka selayaknya kita benar-benar takut terhadapnya. Setiap jalan yang menghantarkan ke neraka, maka sungguh-sungguh kita jauhi. Segala sebab yang mengharuskan memasukinya, maka kita hindari. Kita juga berusaha mencari sebab yang bisa membentengi diri kita dari neraka.

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Dari ‘Adiy bin Hatim Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyebutkan tentang neraka, kemudian berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Kemudian menyebutkan neraka lalu berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Kemudian menyebutkan neraka dan berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Syu’bah berkata: kemungkinan dua kali, lalu saya tidak ragu. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Hindarkan dirimu dari neraka walaupun hanya dengan separoh butir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam redaksi Muslim,

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Siapa di antara kalian yang mampu membentengi diri dari neraka walau dengan separoh butir kurma hendaknya ia lakukan.

Dalam riwayat Ahmad dari hadits Ibnu Mas’ud dengan sanad shahih, “Hendaknya salah seorang kalian menjaga wajahnya dari neraka walau dengan separoh butir kurma.” Dan dari hadits Aisyah dengan sanad hasan, “Wahai ‘Aisyah, hindarkan dirimu dari neraka walau dengan separoh butir kurma.” (HR. Ahmad)

. . . Sesungguhnya sedikitnya sedekah bisa menjadi sebab seseorang diselamatkan dari jilatan api neraka. . .

Di antara usaha yang menjadi hijab antara seseorang dengan neraka adalah sedekah. Karena sedekah akan menghapuskan kesalahan sebagaimana air yang memadamkan api. Sedekah juga bisa memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari kematian buruk. (HR. al-Tirmidzi)

Hadits di atas menganjurkan untuk bersedekah walaupun hanya sedikit. Jangan malu karena hanya punya harta sedikit. Jangan pula meremehkan sedekah yang sedikit. Sesungguhnya sedikitnya sedekah bisa menjadi sebab seseorang diselamatkan dari jilatan api neraka.

Dalam hadits di atas terdapat petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bahwa di antara sarana terbesar yang bisa menyelamatkan dari neraka adalah berbuat baik kepada makhluk dengan harta dan perkataan. Kebaikan walau itu kecil secara materi, tidak boleh diremehkan, seperti sedekah yang jumlahnya sedikit, hanya separoh butir kurma. Bahkan jika tidak punya, bisa dengan berkata dengan kalimat thayyibah.

Kalimat thayyibah itu artinya luas. Ia mencakup semua perkataan yang menyenangkan hati, melapangkan dada, dan membuat gembira orang lain. Kalimat thayyibah juga mencakup perkataan yang mengandung petunjuk, mambaca ilmu dan mengajarkannya, membantah syubuhat, memperbaiki hubungan dua orang yang berseteru, memutuskan perselisihan dua orang yang bersengketa, memberi solusi atas problem, menenangkan orang yang marah, dan semisalnya.

Kalimat thayyibah juga mencakup zikir (mengingat) Allah, membaca Kitab-Nya, dan memuji-Nya serta menjelaskan hukum-hukum Allah dan syariat-Nya. Intinya, setiap perkataan yang mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan manfaat untuk hamba-hamba Allah maka ia masuk dalam kategori kalimah thayyibah. Wallahu ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 76 ( Insya Allah )

Buah Manis dari BERSEDEKAH Kepada KUCING

kucing-makan

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim … SYAIKH ‘Abdul Hadi Badlah, IMAM Masjid Jami’ur RIDHWAN di Halab SYIRIA, pernah bercerita, “Di awal PERNIKAHANKU, Allah telah menganugerahkan­ kepadaku ANAK yang PERTAMA. Kami sangat bergembira dengan ANUGERAH  ini.

Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla berkehendak Menimpakan PENYAKIT yang KERAS kepada ANAKKU. PENGOBATAN seakan TAK Berdaya untuk MENYEMBUHKANNYA­, KEADAAN sang anak semakin MEMBURUK, dan KEADAAN kami pun menjadi BURUK KARENA Sangat BERSEDIH memikirkan keadaan BUAH  HATI kami dan CAHAYA mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya ANAK bagi kedua orang tuanya, TERUTAMA Ia adalah ANAK yang PERTAMA!!

Perasaan BURUK itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa TAK BERDAYA memberikan PENGOBATAN bagi Penderitaan ANAK kami!! SEHATNYA Kita memang merupakan Perintah Allah dan Ketentuan-Nya, namun kita memang harus MENGAMBIL LangkahLangkah­ PENGOBATAN dan TIDAK Meninggalkan Kesempatan atau SARANA apa pun untuk Mengobatinya.

Seorang yang BAIK menunjukkan kepada kami adanya seorang DOKTER yang BERPENGALAMAN dan TERKENAL, maka Aku pun pergi Bersama anakku  kepadanya. Anakku mengeluhkan DEMAM yang SANGAT TINGGI, dan DOKTER  itu berkata kepada kami, “Apabila PANAS anak Anda TIDAK TURUN  Malam ini, maka ia akan MENINGGAL Esok Hari!!”

Aku kembali bersama SANG Anak dengan KEGELISAHAN yang MEMUNCAK. SAKIT Menyerang  HATIKU, hingga KELOPAK MATAKU  tak mampu TERPEJAM Tidur. Aku pun Mengerjakan SHALAT, lalu pergi dengan wajah  MURAM DURJA meninggalkan ISTERIKU yang Menangis SEDIH di dekat KEPALA Anakku.

Aku terus BERJALAN Di Jalanan, dan TIDAK TAHU apa yang HARUS aku  PERBUAT untuk Anakku!! Tiba-tiba aku TERINGAT dengan SEDEKAH, dan ingat dengan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tatkala beliau bersabda,

Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan SEDEKAH.”

Namun, SIAPA yang akan aku  TEMUI di waktu  malam  seperti  ini. Aku BISA SAJA mengetuk pintu  SESEORANG dan BERSEDEKAH kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku  jika aku melakukan hal itu?

Tatkala aku berada dalam kondisi BIMBANG seperti itu, tiba-tiba ada  SEEKOR KUCING LAPAR yang MENGEONG di KEGELAPAN  Malam. Aku menjadi INGAT dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat BAIK kepada BINATANG bagi kami ada PAHALANYA?”

BELIAU shalallahu alaihi wasallam  menjawab, “Di dalam SETIAP apa yang BERNYAWA ada PAHALANYA.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Aku pun SEGERA MASUK ke rumahku, Mengambil SEPOTONG DAGING, dan MEMBERI Makan KUCING itu. Aku  MENUTUP pintu BELAKANG rumahku, dan SUARA PINTU itu BERCAMPUR dengan SUARA ISTRIKU yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?”

Aku pun BERGEGAS menuju ke ARAHNYA. Dan, aku  mendapatkan WAJAH ISTERIKU telah BERUBAH, Dari Permukaan WAJAHNYA telah Menyiratkan KEGEMBIRAAN! Ia berkata, “SESUDAH Engkau pergi, aku TERTIDUR sebentar MASIH dalam  Keadaan DUDUK. Maka, aku  MELIHAT Sebuah  PEMANDANGAN yang MENAKJUBKAN!!”

“Dalam TIDURKU, aku MELIHAT Diriku MENDEKAP anakku. Tiba-tiba ada SEEKOR BURUNG HITAM yang BESAR dari LANGIT yang  TERBANG  hendak MENYAMBAR ANAK KITA, untuk MENGAMBILNYA Dariku. Aku menjadi Sangat KETAKUTAN, dan tidak tahu apa yang harus aku  perbuat?

TIBA-TIBA Muncul  kepadaku SEEKOR KUCING  yang MENYERANG Secara DAHSYAT Burung Itu, dan KEDUANYA pun Saling BERTEMPUR. Aku Tidak Melihat KUCING  Itu Lebih KUAT Daripada BURUNG itu, karena si BURUNG badannya GEMUK. Namun AKHIRNYA, BURUNG ELANG itu pun Pergi MENJAUH. Aku TERBANGUN mendengar Suaramu  ketika DATANG tadi.”

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku TERSENYUM dan Merasa GEMBIRA dengan KEBAIKAN Ini. Melihat aku TERSENYUM, Isteriku MENATAP ke arahku dengan TERHERAN-HERAN.­ Aku berkata kepadanya, “Semoga Semuanya Menjadi Baik.”

Kami bergegas MENDEKATI anak kami. Kami TAK TAHU Siapa yang SAMPAI Terlebih Dulu, tatkala PENYAKIT Demam itu SIRNA dan SANG Anak mulai Membuka MATANYA. Dan, pada Pagi Hari berikutnya, Sang Anak telah BERMAIN-MAIN bersama anak-anak yang lain di desa ini, ALHAMDULILLAH.

Sesudah SYAIKH menyebutkan  Kisah MENAKJUBKAN  ini, Anak TADI -–yang telah menjadi PEMUDA berumur 17 TAHUN, serta TELAH SEMPURNA Menghafalkan Al-Quran dan MENEKUNI Ilmu SYAR’I–, ia menyampaikan NASIHAT yang mendalam kepada KAUM MUSLIMIN di masjid ORANG TUANYA, MASJID Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan RAMADHAN yang penuh BERKAH.

(Sumber: Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar